Wednesday, July 13, 2016

KALIAN INDAH DAN TELAH TERLAHIR INDAH! (Jangan kejebak Berita!)

KALIAN INDAH DAN TELAH TERLAHIR INDAH!
JANGAN BIARKAN BERITA-BERITA MEMBUAT KALIAN TAK INDAH!

Saya bahagiaaa bgt ada maenan kaya Pokemon itu, malah saya berharap makin banyak lagi maenan yg seru, lucu, asik dan rame seperti itu! 
Kalau perlu pada ikutan bikin game-game seru dan kerjasama dengan pengembang aplikasi di Windows, Apple, Android, Blackberry dsb...

Biar gairah muda, energi muda, adik-adikku, anak-anakku yg penuh semangat, yg masih suci, bisa mengalir bebas energinya! 

Jadi begitu energi asli nya yg suci itu lg ON, terang melihat sesuatu! 
Gairah dan Semangat itu indah dan mahal banget!
Jadi...Begitu ada berita-berita ga asik di Tipi, di medsos-sosmed, di rumpi, di BC...tinggal MOVE GO! Tinggalin!
Ga sudi kuping suci nya denger!
Ga sudi mulut suci nya bahas!

Tidak terkukung/mampet...jadi marah, kesal, dendam...marah-marahan atau salah-salahan...lalu menjadi cepat aus/rusak/berkarat...dikadali oleh energi orang tua yg sudah busuk, yg cuma tau uang dan untung saja/melulu! 
Akhirnya bikin susah terus!
Boro-boro bantu!
Nyenengin aja ga!

Jangan pidato soal sistem, cara atau teori! Itu kegiatan sebelum berbuat! Dan ga perlu di pamer-pamer! Pake ngomel pula, pake marah pula! Salah-salahan pula!
Udahlah ga asik! Muke nye ga enak diliat pula! Aduuh jadi komplit nyusahin nya! 

KALAU GA BISA NOLONG JANGAN NYUSAHIN!
KALAU GA BISA NYENENGIN JANGAN NYEBELIN!

Bikin senanglah orang-orang, apalagi anak-anak, orang-orang muda! Pak Bu Pejabat Pemimipin!!! Agar mereka bisa senang jalanin hidupnya! 
Potensi-Potensi baik pun bisa "keluar"!
Karya-Karya Kebaikan pun bisa "lahir"!
Ini Bapak Ibu giliran bikin acara senang-senang paling banter makan-makan, karokean, dangdutan, ceramah! Sejam doang!
Tiap hari dong! Biar keluar sari nya! Jadi nongol rasa nya! Oh ini enak, ini ga enak, ini bagus, ini ga bagus!
Ntar ada yg berprestasi pun...ga diurus pula! Keduluan mulu sama luar negri! Akhirnya putra putri terbaik dicomot lagi sama negara lain!

Masa ga pengen liat anak-anak nya senang sih Pak Bu Pemimpin?

Sekarang...berita itu mau lagu apa juga ujung nya duit!
Ya...Begitu aja kan berita!
Dunia perlu berita biar ada Pasar! Biar ada perputaran uang! Bukan Uang yah...tapi gimana cara uang kesedot semua ke gua! Nah kaya gitu lah kira-kira.

Mustahil nyebarin berita ga ngarep untung! Tagihannya aja numpuk!
Bahkan kalo perlu dibikin-bikin berita nya! Nah disini jahat nya! Misalnya tau berita perkosaan retingnya tinggi, dicariii tuh berita perkosaan, diutamain, tanpa ada niat sedikit pun menutupi aib, apalagi mencegah menyebarkan berita buruk! 
Begitu diberitain...dimana-mana...sesering-seringnya...sebanyak iklan nya...MENYEBARLAH FITNAH, akhirnya...rame-rame memperkosa!
Astaghfirullah!
Anak muda itu asik banget energi nya...pertanyaan2 mereka seperti: Pak/Bang/Ka/Tad/Ji..."Ciuman enak ka kok dilarang?" atau "Boleh ga kalau sy pegang tetek pacar sy?"...sampai yg nanya kok temen2 aku sama Allah FB an, BBM an? Emang Allah begituan jg yah paman An?....ga sekali sy dapatkan!

Suci banget kan energi nya! Semangat banget pengen "bener"!
Lalu lihatlah bagaimana energi tua yg udah busuk memperlakukan mereka? Maaf, paling "Ngomong Doang", ditambah ngarep Like, Comment dan Follower!
SEDIH!
dan menjijikkan!

Ada yg Nemenin? 
Ga bakal sabar! Paling kasih pembantu!

Yg sabar juga masih nyebut2, pengen dikata, terus salah-salahan! Ya lebih busuk lagi!

Terus dianggap semua orang tua begitu!!! Semua media begitu! Semua pemimpin begitu!
Semua orang agama anu begitu!
PENYAMARATAAN! (Perbuatan yg lebih tolol dari Salah-Salahan!)

Mana ada yg sama di dunia ini? Kembar aja beda!
Kalau ada sesuatu yg dianggap "sama" bawa ke sy! InsyaAllah Sy bisa tunjukkan bedanya! Mau itu atom satu unsur pun!

Jadi untuk adik-adikku, anak-anakku, O'LOVE semua...kalau ada maksud apa dibalik berita, sy yakin kalian sudah ON radar nya! MOVE GO aja!

Apalagi kalau udah SALAH-SALAHAN!
Apalagi kalau MENYAMARATAKAN!
Pantangin mulut suci adindaku sekalian utk ikut bahas itu!

Kalau ga tahan, lawan pake berita yg sama! Jangan ikut bahas! Jangan kepancing marah!
Jangan sampai menutup keindahanmu!

Misalnya ada berita mojokin agama anu dengan stigma cabul dan teror!
Ambil Cabul dan Teror nya...cari, baca dan perhatikan sebelum diberitakan. Banyak kok tersebar...insyaAllah akan terpampang dengan jelas bahwa siapa saja bisa mencabuli dan meneror! Malah lebih gila lagi ceritanya daripada yg lagi jadi topik itu! Dan sudah jadi "history"...sejarah!

Kalian indah dan telah terlahir indah!
Jangan biarkan berita-berita membuat kalian tak indah!

With Love
-Kaan Kahfi-
*******************

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

Tuesday, July 5, 2016

BADAI PASTI BERLALU DAN PASTI KEMBALI

Segala Pujian Hanya untuk Allah
AllahuAkbar

Segala Pujian Hanya milik Allah
AllahuAkbar

Alhamdulillah
wasSalamu'alaRasulillah

Allah Hu Akbar
Allah Hu Akbar
Allah Hu Akbar
walillahilhamd

Saudaraku, dipenghujung Ramadhan ini, bersama sedihnya akan berpisah dengan Ramadhan ini, sebagaimana bahagianya saat datangnya Ramadhan ini...yang rasa itu terbit dari iman...yang merupakan PemberianNYA jua...

Mari kita sejenak meresapi, tiada yang akan selamat siapapun yang tidak diselamatkanNYA,
Jalan Keselamatan yang DIA mau hanyalah Islam, Yang DIA Ridhai hanyalah Islam, dan DIA telah mengutus UtusanNYA Yang Paling Mulia, Yang menyampaikan Islam, menjadi contoh, memberi teladan...
Yang DIA sendiri bershalwat bagi UtusanNYA itu,
Yang DIA sendiri memuji akhlak UtusanNYA itu,
Yang DIA sendiri menyampaikan bahwa utusanNYA itu adalah satu-satuNya Hamba Terbaik Yang Paling Menginginkan Keselamatan bagi seluruh umat manusia...
Dan utusanNya itu sangat-sangat tau berapa beratnya perjalanan kita untuk kembali padaNYA...

Hamba Termulia Yang Selalu Memohonkan ampun bagi segenap ummatNya...

Hamba Tercinta Yang menyimpan doa utamaNya untuk ummat manusia bagi hari yang paling menakutkan semua makhluk, hari yang mengerikan bagi semua makhluk...yg dihari itu tak ada yg luput sekecil apapun suatu perbuatan dari perhitunganNYA, yg dihari itu semua manusia pasti menghampiri NerakaNYA,
yg dihari itu semua makhluk bersimpuh dihadapanNYA...tunduk tak berdaya dihadapan KeagunganNYA!
Allah Hu Akbar!

Dia lah Baginda Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihiwasalam.

Dengan resapan rasa itu, bersimpuhlah, menangislah, akuilah bahwa hanya DIA yg bisa menyelamatkan kita dari segala keburukan, kekurangan, dosa dan ketidakberdayaan!

Angkatlah tangan...mohonlah ampunanNYA, bagi diri yg kerap dan gemar berdosa padaNYA, padahal disaat yg sama diri ini selalu mendapatkan limpahan Nikmat, Karunia dan Kasih SayangNYA yang tak akan mungkin dapat bagi siapapun utk menghitungnya!
Mohonlah ampunan untuk Orang Tua kita, yang melalui mereka kita dihadirkan ke dunia ini!
Mohonlah ampunan bagi keluarga kita, yg melalui mereka hadir detik-detik kisah hidup utk taat menghamba padaNYA!
Mohonlah ampunan bagi guru-guru kita, yang melalui mereka kita menghayati kisah cinta hamba pada Hamba Yang DiCintaiNYA!

Badai pasti berlalu,
dan badai pasti datang kembali...

Masalah dan urusan pasti selesai,
dan...masalah dan urusan pasti datang kembali...

Senang Bahagia pasti kita jelang,
seperti Susah dan Duka yg juga siap menghampiri kita...

Seperti Makan dan Minum yang selalu kita lakukan, seperti itu juga selalunya berkeringat dan buang air...

Seperti Shalat...Shalawat...Shod...yang harus selalu di tegakkan...
Seperti dosa-dosa yang akan mengisi hari-hari kita esok...

Seperti Terjaga dan Tidur nya kita...

Seperti Siang dan Malam yang selalu silih berganti,

sampai tiba masanya semuanya siap, harus, dan rela dimusnahkan oleh PenciptaNYA...Kiamat!

Tak ada yang akan selamat kecuali yang DIA selamatkan! Dan itu telah kokoh disisiNYA, tersimpan aman, tiada satu makhlukpun yang mengetahuinya!

Seperti tangisan Malaikat Yang Mulia Jibril alaihisSalam dan Mikail alaihisSalam, yang terkejut bagaimana bisa imam shalat mereka Azazil dilaknat menjadi Iblis!

KetentuanNYA pastilah terjadi!

Hanya Allah Yang bebas dari kekurangan dan kehancuran!
Subhaanallah!
Allah Hu Akbar!

Hanya aku yg bodoh yg beranggapan bahwa saat aku meminta lalu Allah memberi!
Tak akan ada perbuatan yang bisa mendahului perbuatanNYA!

Kita meminta karena dia buat kita meminta...karena DIA ingin memberi!

Lalu hati buas yang telah jinak itu pun tak akan sampai hati, tega, berani lancang memastikan itu! Hanya sanggup bersyukur sambil berharap...

Hanya Semoga!

Semoga Allah Azza WaJalla
Semoga Allah RobbuMuhammadurRouf
Mengampuni dosa-dosa kita semua...Robbana faghfirlana dzunuubanaa,
Menutupi kesalahan-kesalahan kita semua...wakaffir'annaa sayyiaatinaa,
Dan mematikan kita, mewafatkan kita, sebagai orang yang mengabdi padaNYA...watawaffanaa ma'al abroor

Semoga Allah Hu Ahad memberikan kita semua apa yg telah DIA janjikan dengan perantaraan Baginda Rasulullah Shalllahu'alaihiwasallam dan semua Rasul yang dipimpinNya...

Semoga Allah Azza WaJalla berkenan utk tidak menghinakan kita semua di hari Kiamat...

Innakalaa tukhliful mii'aad

Aamiin

*******************
With Love
-Kaan Kahfi-
Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

Wednesday, June 29, 2016

Tulisan Dari Tempat Sampah


Kesedihan mulai menggelayuti hati ini, duhai Ramadhan, sebentar lagi kau akan berlalu.

Masih belum juga dapatku puasakan diri ini...
pikirannya, perasaannya, keinginan-keinginan nya, harapan-harapannya, ada nya...
juga tiada nya...

Masih sukar untuk ku diam,
meng-haram-kan semua nya,
layak nya keagungan yang mengharamkan semuanya...takbiratul ihram...
seperti dalam shalat "puasa yg selalu"...
Saat kuhadapkan telapak tangan dengan 99 namaMU padaMU...
Bersamaan dengan menghalau segala isi dunia ini...
Saat "Allah Hu Akbar"...

yg membuka Shalat ku...
yg membuka Shalawat ku...

Shod...
yg tidak hanya makan dan minum
bahkan berkata-kata selain "MU" adalah haram!

yg tidak hanya bekerja dan berupaya
bahkan bergerak selain "MU" adalah haram!

yg tidak hanya hidup, berpikir dan merasa...
mati selain padaMU adalah haram!

yg berulang berikrar, bersumpah, berjanji...
Ini si dzalim menghadapkan wajahnya pada WajahMU
Duhai Dzat Pemilik Keagungan Langit dan Bumi
Dengan berserah
Dan aku tiada menduakanMU dengan apapun selainMU
Kuserahkan Shalat ku ini
Shalawat ku ini
Hidup ku ini
Mati ku ini
PadaMU
Duhai Yang Paling Sayang padaku!

Berulang di ulang
Berulang ku ulang

Melatih Terlatih
Terlatih dilatih

Tertatih-tatih
jatuh dan bangun diantara ketentuanMU

Memanggang Hati
dibolak-balik JemariMU

Hanya kudapati kesepian yang pahit nan pedih
Dan KAU kenalkan padaku itu Cinta

Hanya kudapati ketakjuban yang tak berhuruf dan tak berbunyi...
tak berbau dan tak berwarna...
Dan KAU bisikkan padaku itu Rindu

Maafkanlah aku dan semua kata ganti bagi diri dari yang satu ini...kami, kita, dia, mereka!

Tak akan mungkin aku untuk tak berdosa padaMU

Tak akan mungkin aku bisa melalui sejagat kerinduan ini tanpa dekapanMU

Tak akan ada aku tanpaMU

BISA hanya pengakuan sang pandir
TELAH hanya pengakuan sang jumawa
CINTA hanya pengakuan sang pencuri

dari waktu dan nafas yang tercuri

tercuri dari mengagungkanMU

Sementara hanya DiriMU Yang Dapat MengAgungkanMU
dan tiada arti semakna apapun segala pengagungan dari selainMU

Jelaslah aku harus tiada...
LAA
ILAHA

karna hanya Engkau lah Yang Ada...
ILLALLAH

Hanya Belas KasihMU Yang Dapat Menolong aku dan semua aku yang telah KAU lepaskan ke dunia ini...

untuk Islam...selamat dari perangkap senda-gurau Dunia ini...
untuk Islam...selamat dari kengerian Akhirat ini...
untuk Islam...selamat dari siksa NerakaMu ini...

Duhai Pemilik Kesombongan
Duhai Pemilik Tipu Daya
Duhai Pemilik Kemurkaan
Duhai Yang Maha Membalas
Yang tiada satupun yang menyerupaiMU
Yang tak ada satupun dari semua ilmu dari seluruh aku, dari Adam hingga Kiamat, yang menguasaiMU

Duhai Yang Tak dikuasai Waktu...
Dulu, Sekarang atau Nanti...

Duhai Yang Tak dikuasai Tempat...
Dibalik, Setelah, Bersamaan maupun Berseberangan...

Duhai Yang Belas KasihMU mendahului MurkaMU

Duhai Yang Membagikan untuk Jagat Semesta Raya ini 1 dari 100 Belas KasihMU

Duhai Yang Satu Yang Menciptakan Ketakberhinggaan Makhluk

Yaa Robbu MuhammadurRouf
BiRahmaaniRohiimihi
Warhamna
WarhamimMuslimiin

Mim

Aamiin
*******************
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

Tuesday, June 7, 2016

SUPER MOM

Kisah SUPER MOM
(...sambil ngabuburit)

Saya sering bertemu Super Mom, banyak sekali, tiap hari.
Dan bagi saya...mereka benar-benar meniupkan ruh semangat, memberi tenaga kehangatan hidup dan mengajarkan si-Penakut di dalam dada untuk berani bertindak!

Dia...Super Mom...atur bagaimana caranya agar dapur tetap ngebul!
Nih...ntar pada buka puasa...taunya tinggal makan aja! Sementara Super Mom sudah muter mikir dari sahur tadi...

ntar buka pake apa yah enaknya?
Menu apa yah yg murah meriah?
Bahkan ada Super Mom yang lagi mikir...aduh ntar ngutang dimana lagi yah?

Bukan soal berani ngutang nya yah!
Semua juga bisa nekat seperti itu!
Apalagi kalau pengen dikatah...jangankan orang waras...orang tolol juga bisa!

Tapi...Dia...Super Mom...lakukan demi senangnya anak-anak nya, suaminya, se-isi rumah nya...dia berani berkorban!

"Biar sy kerjakan ini itu!"
Atau..."Biar sy utang dulu!"

TANPA NGOMONG!!!
TANPA NGEMENG!!!

Semua "Ditelan" sendirian!
Dia susah...dia menangis sendiri!
Dia mengadu terus dan terus pada Allah Subhanahuwata'ala!
Tak meminta...harta sekarung! Tak meminta impian atau ilusi!
Cuma minta: 
"Ya Allah gimana makan anak-anak buka puasa nanti Ya Allah!"

Saat hutang terbayar pun...
"Terimakasih Ya Allaaaah!"

Dan itu semua TIDAK SEKALI dia lalui! Terus dan terus dari sebelum milenium 3, sampai setelah milenium 3!!! Utang dan Utang di warung!!! Buat makan anak-anak nya!!!


Walau sudah berbagai model/tongkrongan pemimpin yang naik jadi penguasa, yang semuanya menjanjikan kemakmuran_terus "ngutang" nya dia pun di warung itu dan itu_tidaklah membuat dia menjadi bringas berontak, demo rusuh...menjadi penghasut/provokator atau jadi sniper, atau bunuh diri! TIDAK!

Dia tetap ngutang!
Dan tetap jadi urusannya sendiri saja!
Yang penting anak-anakku Makan!
Dialah Super Mom.

Dan anak-anak nya?
Tak ada yang tau! Karena dia tak mau mengganggu kebahagian, keceriaan hidup anak-anak nya!

Begitu anak-anak nya besar, dan mulai berkeluarga...dia bahagia...begitu dalam kebahagiaan terpancar dari wajahnya. Dalam hati kecil nya berharap! Sesederhana doa nya...
"Ya Allah Ya Gusti..cukup kan rizki anakku, bahagiakan dia bersama keluarganya!"

Ga pake nyebut..."Ya Allah jangan bikin dia ngutang seperti saya!" segala, bukti dia ikhlas terima cerita hidup nya!

Ga pake nyuruh..."Ya Allah jadikan dia anu, anu, supaya anu, anu!" segala, bukti dia ikhlas menjadi hambaNYA...Robb-ku pasti punya maksud yang lebih baik dari aku...Hamba!

Ga pake teriak di party atau reuni: "Alhamdulillaaaah...akhirnya selesai juga tugas/kerjaan gue!" segala, bukti dia ikhlas bersyukur! Menerima semua nikmatNYA! 
Susah kah, senang kah...adalah NikmatNYA semua!

Pernah saya kelepasan ngomong sama Super Mom: "Ibu Hebat!"

Dia malah kesel, "Hebat apaan! Ini kan udah tugas ibu!"

"Mmm bukan, maksud sy ibu berpreastasi."

"Halahh! Ono ono ae to maaas! Prestasi iku dalam tugas! Jadi tetep...sudah tugasnya! Ya ga ada hebat-hebatnya toh!...
Hebat itu kalo punya karya! Dan terus dikenang oleh anak-cucu nya...tanda mereka puas dan bangga dengan karya leluhurnya! Itu baru hebat!...
Kalo cuma kata tipi...apalagi cuma kata mas....ya ga lah!!!"

Duhh
Bener-Bener Super Mom

Semoga pemimpin-pemimpin bangsa ini malu dan mau belajar sama Super Mom, (dengan satu syarat jangan disiarin, jangan di-rame-rame-in), ikhlas lah seperti Super Mom! Tinggal Aku dan DIA saja! Berkorban! Mau nyenening bukan mau nyusahin! Ga ngusik kebahagiaan anak-anak nya yg lagi puasa dgn kampanye dan pencitraan (misalnya yah). Pokok nya pengen nya rakyat seneng! Pengen nya rakyat nya keren!

Ga usah bikin Gelora/Stadion lagi...kan udah...
bikinlah SEKOLAH GRATIS dari Play Group sampai Kuliah!

Ga usah bikin monas lagi...kan udah...bikinlah titik titik (isi sendiri sesuai harapan masing-masing, berharaaaap...dimulai!)

Dan kalau pemimpin nya Bapak-Bapak! Ga bisa tuh...gara-gara belajar sama Super Mom...berubah jadi Super Mom! Berarti jadi banci tuh bapak!

Dia harus jadi Super Dad!!

Harus lebih hebat dari Super Mom!

Kalau Super Mom bilang yang hebat itu yang punya karya!

Maka Super Dad harus berani bilang...Yang Hebat itu hanya Allah dan Rasul nya saja!

Weisss...Mantaab!!!

Jadi lebih tinggi lagi ikhlas nya!
Benar-benar Mulia...

Bener Mulia nya....ga KW! Ga kata nyah!

Kemuliaan itu hanya milik Allah, RasulNYA dan orang-orang Mukmin, tetapi orang-orang Munafik tidak mengetahuinya.
(Al-Qur'anulKariim, Surah Al-Munaafiquun(63), ayat 8)

Semoga pemimpin-pemimpin bangsa ini malu dan mau belajar sama Super Mom! Dan berani jadi Super Dad!

Aamiin

Bukan soal berani ngutang nya yah!
Semua juga bisa nekat seperti itu!

Apalagi kalau pengen dikatah...jangankan orang waras...orang tolol juga bisa!

Dan bukanlah Super Mom yang kerjanya teriak-teriak yah!
Yang suka maki-maki suami atau biasa teriakin anak-anak nya! Atau ngelawan orang tua!
Itu mah Super Mutan (kecampur plastik) bukan Super Mom...bukan lagi ga asik buat diceritain, nemu aja...amit-amiit...jangan sampe dah!

Aamiin
*******************
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

Saturday, February 27, 2016

JANGAN PUTUS-ASA DARI RAHMAT ALLAH

AsSalamu’alaikum saudaraku, O’Love semua…

Semoga Allah jadikan kita sebagai hambaNYA yang tidak berputus-asa terhadap RahmatNYA.
Aamiin

Ketika kita ditimpa musibah atau kesulitan, atau ketika kita terjerumus dalam perbuatan dosa, semoga itu semua tidak membuat kita putus-asa dari RahmatNYA, hingga kita tidak mengharapkannya, tidak pula mencarinya, tanda kita telah salah jalan…tersesat.
Dan tiada yang berputus asa dari rahmat Rabbnya kecuali orang-orang yang sesat.
(Al-Qur’anul-Kariim, Al Hijr (15), ayat 56).

Berhati-hatilah, dan selalulah memohon perlindunganNYA…janganlah sampai ketika Allah menguji kita dengan urusan dunia kita, lalu hati kita menjadi sempit, lalu lupa akan luasnya Rahmat Allah Ta’ala. Hingga akhirnya kita jatuh dalam keputus-asaan.

Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Ar-Ruum (30), ayat 36)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Az Zumar (39): ayat 53).

Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Engkau harus tahu bahwa sesuatu yang ditakdirkan akan menimpamu, tidak mungkin luput darimu dan sesuatu yang ditakdirkan luput darimu, tidak mungkin menimpamu.
(Hadits Riwayat Abu Daawud)

Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
(Hadits Riwayat Muslim)

Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan/kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan ataupun gundah gulana sampai pun duri yang menusuknya kecuali Allah akan hapuskan dengannya kesalahan-kesalahannya.
(Hadits Riwayat Bukhari)

Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah dan janganlah kamu malas (lemah semangat)!
Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan: “Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan jadi begini atau begitu”, tetapi katakanlah: “Qodarallaahu wa maasyaa-a fa’ala.
&
Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: “Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.” Akan tetapi hendaklah kau katakan: “Qodarullaahu wa maasyaa-a fa’al (Ini sudah jadi takdir Allah…Setiap apa yang telah DIA kehendaki pasti terjadi).” Sesungguhnya perkataan seandainya dapat membuka pintu syaithon.
(Hadits Riwayat Muslim)

Ketika manusia terjatuh kedalam perbuatan dosa, maka Setan akan berbisik: “Sesungguhnya dosa-dosamu sangat banyak dan sangat buruk, tidak ada harapan bagimu!” Lalu orang tersebut pun putus harapan, berprasangka buruk pada Allah…dia beranggapan mustahil bagi dirinya mendapatkan ampunan Allah…atau dengan kata lain: "Tidak Mungkin Allah mengampuni aku!" Hingga akhirnya ia tidak bertaubat, bahkan terus berada dalam keburukan.

Dan begitu juga saat kita tengah mengharapkan RahmatNYA, semoga Allah ArhamarRohimiin tidak jadikan kita sebagai orang yang merasa aman dari AdzabNYA.
Aamiin.

Kita tidak bisa merasa aman dari murkaNYA Allah Azza Wa Jalla. Sebaik apapun keadaan kita, kita tidak bisa merasa aman dari AdzabNYA. Karena tiada yang merasa aman dari AdzabNYA kecuali orang-orang yang merugi!

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Al-A'raf (7), ayat 96, 97, 98, 99)

Ketika manusia sibuk dalam ketaatan, maka Setan akan menipunya dengan membisikkan: “Sesungguhnya engkau banyak beramal, dosa-dosamu telah diampuni”, hingga akhirnya orang tersebut tertipu, lalu kemudian ia meremehkan dosa, kemudian ia mengamalkan dosa-dosa.

Maka hendaknya siapapun yang berada dalam ketaatan, tidak tertipu dengan ketaatannya, dan tidak meremehkan dosa, ketahuilah Allah Maha Keras AdzabNya!
Siapa yang bisa menjamin bahwa kita akan tetap hidup…atau belum mati…atau sempat untuk bertaubat…saat kita berani memilih melakukan dosa.

Ya, bisa jadi kita merasa tidak sedang bermaksiat pada Allah, tapi ternyata kita tengah berdosa karena sibuk membicarakan dosa/kesalahan orang lain. Tidak bisa menahan diri untuk tidak membicarakan keburukan orang lain. Atau mungkin juga tidak sampai terucap/dikatakan…tapi ternyata begitu kuat di dalam hati…
“Dia Kafir!”
“Si Anu Sesat!!!”
“Semoga fulan masuk Neraka dan disiksa disana!”

Atau mungkin malah dihati kita tidak ada keyakinan…menutup keyakinan…tak mau percaya bahwa Allah bisa mengampuninya, walaupun dosa seseorang itu seluas jagat raya! Bahwa Allah mempunyai ampunan yang lebih luas dari dosa orang tersebut.
Karena apakah dzat-nya yang bisa lebih besar, lebih luas dan lebih tinggi dari Allah? Walaupun itu dosa!
Dan bila Allah berkehendak mengampuniNYA maka diampuniNYA-lah dosa-dosa hamba yang seluas jagat raya itu.

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Az-Zumar (39): ayat 53).

Ketika menjelaskan surah Az-Zumar ayat 53 di atas, Ibnu Abbas mengatakan:
“Barangsiapa yang membuat seorang hamba berputus asa dari taubat setelah turunnya ayat ini, maka ia berarti telah menentang Kitabullah ‘Azza Wa Jalla. Akan tetapi seorang hamba tidak mampu untuk bertaubat sampai Allah memberi taufik padanya untuk bertaubat.”

Inilah yang semestinya kita harapkan…hidayah dan ampunan baginya, bagi diri kita, bagi kita semua.

Namun untuk dapat mengharapkan…mendoakan orang lain, orang ini (diri sendiri) seperti itu tidaklah semudah perkata-kata atau semudah menulis tulisan ini! Karena manusia mudah sekali…cepat sekali…berputus asa, berkeluh kesah…lalu bermaksiat pada Allah! Membuat kerusakan! Ya sungguh kita…manusia…tempatnya Salah dan Dosa.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.
(Al-Qur’anul-Kariim, Ar-Ruum (30), ayat 41)

Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Sesungguhnya Ruhul Qudus (Jibril) telah meniupkan wahyu ke dalam hatiku, bahwa suatu jiwa tidak akan mati sehingga dia menyempurnakan ajalnya dan mengambil seluruh rezekinya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan carilah rezeki dengan baik. Dan jangan sampai anggapanmu akan lambatnya rezeki mendorongmu untuk mencarinya dengan maksiat kepada Allah. Karena sesungguhnya apa yang di sisi Allah tidak akan bisa diraih kecuali dengan men-taati-NYA.
(Hadits Riwayat Abu Nu’aim)

…Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.
Mereka bertanya:
“Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, Yaa Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Disebabkan kekufuran mereka.”
Ada yang bertanya kepada Beliau:
“Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab:
“Tidak, melainkan mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan suami. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu yang tidak berkenan di hatinya niscaya ia akan berkata: “Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu”
(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Maka jelaslah…kebaikan yang kita lakukan pun…

Tak akan bisa tanpa PertolonganNYA!
Tak akan bisa tanpa BimbinganNYA!
Tak akan bisa tanpa KeselamatanNYA!
Tak akan bisa tanpa Belas-KasihNYA!

Tak akan bisa tanpa ALLAH!

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Robb semesta alam.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah At Takwiir (81), ayat 28-29)

Dikatakan oleh Ibnu Mas’uud Radhiyallaahu‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa terhadap rahmat Allah, dan putus harapan terhadap pertolongan Allah.
(Hadits Riwayat Ath-Thabrani)
Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Ketahuilah, dahulu ada dua orang dari Bani Israil, yang satunya sholeh, yang satunya ahli maksiat. Yang Sholeh senantiasa menasehati ahli maksiat, dan terus demikian, lalu ia tidak melihat adanya perubahan dari temannya ini, dan dengan marah ia berkata:
“Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu!”
maka ketika di hari kiamat Allah mengumpulkan mereka berdua, dan berfirman:
 “Siapakah yang bersumpah atas namaKU agar AKU tidak mengampuni si fulan? Sesungguhnya AKU telah mengampuninya dan menghapus semua pahala amalmu.
(Hadits Riwayat Bukhari)
Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Barangsiapa yang impiannya adalah akhirat maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, dan Allah akan memudahkan urusannya, dan kenikmatan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.
Dan barangsiapa yang impiannya hanyalah dunia maka Allah akan menjadikan kefakiran di depan kedua matanya, dan Allah akan mempersulit urusannya, dan ia tidak akan mendapatkan kenikmatan dunia kecuali apa yang sudah ditakdirkan untuknya.
(Hadits Riwayat At-Tirmidzi)

Sesungguhnya Allah tidak berbuat dzalim kepada manusia sedikit pun. Akan tetapi, manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Yunus (10), ayat 44)

Dan DIA telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala hal yang kamu mohon kepada-NYA. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Ibrahim (14), ayat 34)

Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka dengan suatu musibah, maka barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan Allah dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan Allah.
(Hadits Riwayat At-Tirmidzi)

Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat.
(Shahih Jami’us Shaghir)

Semoga Allah Subhanahuwata'ala Yang Maha Membolak-balikkan hati dan pandangan menetapkan hati dan pandangan kita pada Islam dan ketaatan padaNYA.
Dan semoga Allah Azza Wa Jalla, Al-Hayyu Al-Qoyyum, GhofururRohiim, AfuwwunKariim, ArhamarRohimiin...melindungi kita semua, menyelamatkan kita, mengampuni kita, memaafkan kita dan mem-belas-kasihi kita semua.
Aamiin.

Allahumma robbu MuhammadurRouf...birohmanimihii.

Allahumma taqobbal minna
innaka antasSami'ul 'Aliim
Watubb alayna
innaka antatTawwaburRohiim
Warhamna WarhamimMuslimiin
Yaa ArhamarRohimiin
---------------------------------------------------------------
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.





Tuesday, January 19, 2016

INDAH untuk INDAH

Keindahan telah diciptakan untukmu duhai pemilik hati nan indah...

Bukan ketidak-indahan!

Ketidak-indahan tak pantas untukmu,
ia tak kan mampu membahagiakanmu.
Walau berbagai upaya untuk menarik perhatian matamu...yang dibuat dan dipaksakan indah...
agar dilihat mata indah mu saja...
mencuri perhatian mata indah mu saja...
apapun itu...bila tidak membuat mata ini Tunduk, Takjub atau menangis rindu padaNYA...maka ia hanyalah buih-buih kesia-sia-an belaka.

Bulan, bintang, langit, awan, gunung, lembah, sungai, laut, bunga-bunga, warna-warna, bentuk dan wajah dan seluruh CiptaanNYA yang dapat dilihat...
membutuhkan mata untuk dikatakan...disebut...dipuji...indah.

Sebesar dan seluas-luasnya keindahan alam semesta ini diciptakan untuk dilihat mata dari setiap jiwa yang hidup...dihidupkan didalamnya...
sesuai waktunya, momennya, bagiannya...ketentuan/qadarNYA.

Sampai saat nya tiba,
dimusnahkannya segala keindahan alam semesta ini...
untuk mata ini melihat keindahan sejati...
WajahNYA.

Karena DIA Maha Terpuji.
DIA terus ciptakan makhluk untuk memuji DiriNYA.
DIA paling senang Dipuji.

Innalhamdalillah,
Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin,
hamdan syakirin,
hamdan yuwaafii ni'amahu
wa yukaafiiu maziidah.

Mata…Jendela Hati…dari hati yang indah akan selalu dilewati pandangan, penglihatan…masuk dan keluar…yang indah. Yang cepat kembali pada Allah!
Bila mendapati keburukan, maka dia cepat memohon kebaikan, ampunan dan keselamatan.
Bila mendapati kebaikan, maka dia cepat berterimakasih dan bersyukur dan memohon Keselamatan, Keberkahan dan RidhaNYA.

Begitu juga telinganya…pendengarannya! Pintu Hatinya!
Pintu hati yang tak pernah istirahat seperti hati nya…jantungnya…Kalbunya itu! Selalu mendengar walau dia tertidur! Selalu mendengarkan keindahan karena indah hatinya.

Hati yang indah…yang selalu bertaubat sehingga ia bisa bersabar dan bersyukur!
Kokoh ia!
Mapan ia!
Yakin dan Senang bersama TuhanNYA.

Maka Lisannya…karya hatinya…produk hatinya… ungkapan hatinya…adalah juga Keindahan!
Mungkin tak sekali kita temui pembicaraan atau tulisan seseorang yang "tak tahan" untuk membuka aib orang lain di ruang publik. Ada yang dengan dalih kebenaran, menasehati, protes, pamer kepintaran, mendulang "like", sampai yang bikin sensasi biar rame biar terkenal...ujung-ujungnya untuk memperoleh keuntungan sekian rupiah, sekian dolar.

Seolah tak tertahankan, padahal sudah puluhan kali dilatih "menahan yang boleh" selama sebulan penuh di bulan puasa.
Ya ini tanda begitu mudahnya kita lupa dan begitu cepatnya kita mengikuti keinginan diri sendiri, daripada keinginanNYA.
Walau kita tau Ghibah itu seperti memakan bangkai saudara sendiri.
Walau kita tau memfitnah itu lebih kejam dari membunuh. Karena keberadaannya, hidupnya, dan peluangnya untuk menjadi baik atau lebih baik pun ikut "dibunuh".

Hanya oleh "ke-iseng-an" saja!
Hanya oleh "ikut campur" saja!
Hanya oleh "me-lebih dari Tuhan-kan diri" saja!

Bagaimana tidak "iseng" alias "tidak serius"?!
Bila memang kita sungguh-sungguh/serius ingin memberi teguran atau nasihat atau protes tidak suka atau tersinggung...temuilah orang itu dan katakan padanya! Berdua saja atau ajak penengah atau saksi! Fair! Bukan dibelakangnya! Bukan malah disampaikan pada orang lain! Di ruang publik pula! Lalu bangkit ujub karena puluhan ribu orang yang "like"! Tak terbayang kah bila ternyata perbuatan itu Allah tidak suka? Mengundang MurkaNYA? Pada sekian puluh ribu pemilik jempol itu kita harus membuat klarifikasi! Membersihkan namanya yang telah kita rusak!

Bagaimana tidak ikut campur?!
Tau kah kita ada maksud apa dari Sang Pemberi Izin, Yang Maha Berkehendak menjadikan cerita hidupnya seperti itu?

Saat Allah menguji dengan kemiskinan karena padaNYA jua segala kekayaan! Kita punya apa?

Saat Allah menjatuhkan kita dalam salah dan dosa karena hanya padaNYA segala Kebenaran dan Ampunan! Kita mampu apa?

Saat Allah mematikan karena hanya DIA jua Yang Dapat Menghidupkannya kembali! Kita bisa apa?

Bagaimana tidak menjadi lebih dari Tuhan?!
Sedangkan Allah saja selalu tutupi aib kita! Kita malah membukanya!
Allah saja selalu siapkan jalan keluar, ampunan dan maaf! Kita yang belaga punya solusi tapi malah menambah rusak suasana...bikin gaduh! Lalu tak bagus pula akhirnya...ancur-ancuran Ending-nya!

Allah bisa merubah dia menjadi baik! Kita malah menutupi dan memastikan "tidak-mungkin!". 

Bukan ditutupi aibnya...malah disebar luaskan!
Enteng dan Lezat lisan ini mengumbar aib orang lain!

Memegang mandat, otoritas dari Negara atau dari Tuhan sebagai Penyelidik atau Penyelesai Masalah…Penolong…Penyelamat…PUN TIDAK!!!

Lalu banyak orang yang suka…sepakat, mengikuti, mencontoh, meneladaninya...terus dan terus sebanyak penggemar ke-tidak-baikan itu.
Ditambah dengan menyebar hasutan, fitnah dan penyamarataan pula! Maka semakin sempurnalah "dosa jariyah" nya.

Dari Muaz bin Jabal Radhiallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Radhiallahu'anhu bersabda:
"Barangsiapa memalukan saudaranya yang muslim dengan sesuatu dosa yang dia telah bertaubat dengannya, Allah tidak akan mematikannya sehinggalah dia sendiri terjerumus ke dalam dosa tersebut."
(Hadits Riwayat Imam At-Turmudzi)

Saudaraku...
Marilah kita memohon kepada Allah Azza Wa Jalla...agar diberikan akhlak yang baik dan dijauhkan dari akhlak yang buruk. Aamiin

Biarlah saat ini membicarakan aib orang, membuka aib suami/istri atau saudara atau keluarga atau teman di ruang publik dianggap biasa.

Media pun yang punya kesempatan untuk beramal lebih dengan mengajak manusia ingat pada Allah, kembali pada Allah, mengenal Allah...malah menjadikan "bongkar-bongkar aib", menghina orang, memojokkan orang...mem-bully...tidak menghormati orang lain...sebagai komoditi alias barang dagangan.

Seperti berita-berita yang mengajak bukan lagi pada ghibah tapi sudah pada status siaga satu...berani memfitnah, menyebar fitnah.
(Membangunkan fitnah jelas-jelas mengundang petaka/ bala-bencana.)
Dengan judul yang dibuat sengaja memancing...mem-provokasi malah, seperti HEBOH, GEGER, FAKTA dan lain sebagainya.
Lalu semudah meludah…cuhh…maka banyak orang terlibat!
Dan seperti buang angin…dhuut…sedetik kemudian dilupakan begitu saja!
Dianggap biasa!
Dan tak sedikitpun sadar bahwa itu semua telah menjadi Dosa Jariah...Dosa yang langgeng...sebanyak siapa yang terlibat/mengikutinya! Walaupun pembuat beritanya telah lama mati!

Disaat yang sama mereka mampu mengajak dan menasehati orang banyak untuk lebih dekat, lebih memilih Allah.

Biarlah...
Biarkan saja...

Kita mulai dari diri kita, ajak keluarga kita...selamatkan orang-orang yang kita sayangi. Agar kebahagiaan kita bersama mereka langgeng sampai ke alam akhir, tidak hanya di dunia ini saja. Tidak terjebak di dunia ini saja.
Semoga sampai ke SurgaNYA...Aamiin

Dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu,
Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda:
"Janganlah kamu berdengki-dengkian, 
dan jangan kamu tipu-menipu, 
dan jangan benci-membenci, 
dan jangan musuh memusuhi, 
dan jangan kamu berjual beli atas jual beli setengah yang lain, 
dan jadilah kamu sekalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. 
Seorang Muslim adalah bersaudara sesama Muslim, 
tidak boleh menganiayanya, 
tidak boleh membiarkannya tertindas,
 tidak boleh mendustainya 
dan tidak boleh menghinanya.
Taqwa itu berpuncak dari sini_sambil Nabi Shalallahu'alaihiwasallam menunjukkan ke dadanya tiga kali. 
Sudah memadailah kejahatan seorang itu jika ia menghina saudaranya yang Islam. Seorang Muslim terhadap seorang Muslim yang lain adalah diharamkan 
darahnya, 
harta bendanya 
dan kehormatannya."

Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda: 
Berbahagialah orang-orang yang ikhlas. Mereka adalah pelita di dalam gelap, dan karena mereka padamlah fitnah-fitnah yang besar.
(Hadits Riwayat Baihaqi)

Semoga pelita di dalam gelap itu adalah juga saudaraku sekalian. Aamiin

---------------------------------------------------------------
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

Wednesday, December 9, 2015

Cintaku itu...

Apakah Cinta tengah menghilang?
Atau Cinta tengah diam mengalah?
Atau tengah melakukan sesuatu?

...dalam suatu upaya tertentu?
...sedang merencanakan sesuatu?
...untuk sesuatu?

Sekian Waktu?
Sekian Mahar?
Sekian Jarak?
Sekian Upaya?
Sekian Bilangan?
Sekian Suasana?

Ah tidak! Bila Cinta seperti itu maka aku akan bersiap untuk kecewa seperti hari yang telah lalu.

Sekian butir pasir di pantai cinta tengah terpesona dengan bayangan cinta yang mereka dapati...
setiap satu-persatunya...
setiap butirnya...
dengan bayangannya masing-masing.

CahayaMu sudah cukup menjadikan diriku memiliki bayanganMu, kemanapun aku bergerak!

Tak perlu ku pinta bayangan itu menjadi wujud seperti diriku, atau mempersoalkan mengapa tak bosan ia mengikutiku.

Tak juga CahayaMu
Tak juga DiriMu
Tak juga diriku
Tidak!
Tidak!!
Tidak!!!

Cukup CintaMu...
Ya!
Hanya CintaMu.


 
ans!!