Tuesday, June 7, 2016

SUPER MOM

Kisah SUPER MOM
(...sambil ngabuburit)

Saya sering bertemu Super Mom, banyak sekali, tiap hari. 
Dan bagi saya...mereka benar-benar meniupkan ruh semangat, memberi tenaga kehangatan hidup dan mengajarkan si-Penakut di dalam dada untuk berani bertindak!

Dia...Super Mom...atur bagaimana caranya agar dapur tetap ngebul!
Nih...ntar pada buka puasa...taunya tinggal makan aja! Sementara Super Mom sudah muter mikir dari sahur tadi...

ntar buka pake apa yah enaknya?
Menu apa yah yg murah meriah?
Bahkan ada Super Mom yang lagi mikir...aduh ntar ngutang dimana lagi yah?

Bukan soal berani ngutang nya yah!
Semua juga bisa nekat seperti itu!
Apalagi kalau pengen dikatah...jangankan orang waras...orang tolol juga bisa!

Tapi...Dia...Super Mom...lakukan demi senangnya anak-anak nya, suaminya, se-isi rumah nya...dia berani berkorban!

"Biar sy kerjakan ini itu!"
Atau..."Biar sy utang dulu!"

TANPA NGOMONG!!!
TANPA NGEMENG!!!

Semua "Ditelan" sendirian!
Dia susah...dia menangis sendiri!
Dia mengadu terus dan terus pada Allah Subhanahuwata'ala!
Tak meminta...harta sekarung! Tak meminta impian atau ilusi!
Cuma minta: 
"Ya Allah gimana makan anak-anak buka puasa nanti Ya Allah!"

Saat hutang terbayar pun...
"Terimakasih Ya Allaaaah!"

Dan itu semua TIDAK SEKALI dia lalui! Terus dan terus dari sebelum milenium 3, sampai setelah milenium 3!!! Utang dan Utang di warung!!! Buat makan anak-anak nya!!!


Walau sudah berbagai model/tongkrongan pemimpin yang naik jadi penguasa, yang semuanya menjanjikan kemakmuran_terus "ngutang" nya dia pun di warung itu dan itu_tidaklah membuat dia menjadi bringas berontak, demo rusuh...menjadi penghasut/provokator atau jadi sniper, atau bunuh diri! TIDAK!

Dia tetap ngutang!
Dan tetap jadi urusannya sendiri saja!
Yang penting anak-anakku Makan!
Dialah Super Mom.

Dan anak-anak nya?
Tak ada yang tau! Karena dia tak mau mengganggu kebahagian, keceriaan hidup anak-anak nya!

Begitu anak-anak nya besar, dan mulai berkeluarga...dia bahagia...begitu dalam kebahagiaan terpancar dari wajahnya. Dalam hati kecil nya berharap! Sesederhana doa nya...
"Ya Allah Ya Gusti..cukup kan rizki anakku, bahagiakan dia bersama keluarganya!"

Ga pake nyebut..."Ya Allah jangan bikin dia ngutang seperti saya!" segala, bukti dia ikhlas terima cerita hidup nya!

Ga pake nyuruh..."Ya Allah jadikan dia anu, anu, supaya anu, anu!" segala, bukti dia ikhlas menjadi hambaNYA...Robb-ku pasti punya maksud yang lebih baik dari aku...Hamba!

Ga pake teriak di party atau reuni: "Alhamdulillaaaah...akhirnya selesai juga tugas/kerjaan gue!" segala, bukti dia ikhlas bersyukur! Menerima semua nikmatNYA! 
Susah kah, senang kah...adalah NikmatNYA semua!

Pernah saya kelepasan ngomong sama Super Mom: "Ibu Hebat!"

Dia malah kesel, "Hebat apaan! Ini kan udah tugas ibu!"

"Mmm bukan, maksud sy ibu berpreastasi."

"Halahh! Ono ono ae to maaas! Prestasi iku dalam tugas! Jadi tetep...sudah tugasnya! Ya ga ada hebat-hebatnya toh!...
Hebat itu kalo punya karya! Dan terus dikenang oleh anak-cucu nya...tanda mereka puas dan bangga dengan karya leluhurnya! Itu baru hebat!...
Kalo cuma kata tipi...apalagi cuma kata mas....ya ga lah!!!"

Duhh
Bener-Bener Super Mom

Semoga pemimpin-pemimpin bangsa ini malu dan mau belajar sama Super Mom, (dengan satu syarat jangan disiarin, jangan di-rame-rame-in), ikhlas lah seperti Super Mom! Tinggal Aku dan DIA saja! Berkorban! Mau nyenening bukan mau nyusahin! Ga ngusik kebahagiaan anak-anak nya yg lagi puasa dgn kampanye dan pencitraan (misalnya yah). Pokok nya pengen nya rakyat seneng! Pengen nya rakyat nya keren!

Ga usah bikin Gelora/Stadion lagi...kan udah...
bikinlah SEKOLAH GRATIS dari Play Group sampai Kuliah!

Ga usah bikin monas lagi...kan udah...bikinlah titik titik (isi sendiri sesuai harapan masing-masing, berharaaaap...dimulai!)

Dan kalau pemimpin nya Bapak-Bapak! Ga bisa tuh...gara-gara belajar sama Super Mom...berubah jadi Super Mom! Berarti jadi banci tuh bapak!

Dia harus jadi Super Dad!!

Harus lebih hebat dari Super Mom!

Kalau Super Mom bilang yang hebat itu yang punya karya!

Maka Super Dad harus berani bilang...Yang Hebat itu hanya Allah dan Rasul nya saja!

Weisss...Mantaab!!!

Jadi lebih tinggi lagi ikhlas nya!
Benar-benar Mulia...

Bener Mulia nya....ga KW! Ga kata nyah!

Kemuliaan itu hanya milik Allah, RasulNYA dan orang-orang Mukmin, tetapi orang-orang Munafik tidak mengetahuinya.
(Al-Qur'anulKariim, Surah Al-Munaafiquun(63), ayat 8)

Semoga pemimpin-pemimpin bangsa ini malu dan mau belajar sama Super Mom! Dan berani jadi Super Dad!

Aamiin

Bukan soal berani ngutang nya yah!
Semua juga bisa nekat seperti itu!

Apalagi kalau pengen dikatah...jangankan orang waras...orang tolol juga bisa!

Dan bukanlah Super Mom yang kerjanya teriak-teriak yah!
Yang suka maki-maki suami atau biasa teriakin anak-anak nya! Atau ngelawan orang tua!
Itu mah Super Mutan (kecampur plastik) bukan Super Mom...bukan lagi ga asik buat diceritain, nemu aja...amit-amiit...jangan sampe dah!

Aamiin
---------------------------------------------------------------
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

Saturday, February 27, 2016

JANGAN PUTUS-ASA DARI RAHMAT ALLAH

AsSalamu’alaikum saudaraku, O’Love semua…

Semoga Allah jadikan kita sebagai hambaNYA yang tidak berputus-asa terhadap RahmatNYA.
Aamiin

Ketika kita ditimpa musibah atau kesulitan, atau ketika kita terjerumus dalam perbuatan dosa, semoga itu semua tidak membuat kita putus-asa dari RahmatNYA, hingga kita tidak mengharapkannya, tidak pula mencarinya, tanda kita telah salah jalan…tersesat.
Dan tiada yang berputus asa dari rahmat Rabbnya kecuali orang-orang yang sesat.
(Al-Qur’anul-Kariim, Al Hijr (15), ayat 56).

Berhati-hatilah, dan selalulah memohon perlindunganNYA…janganlah sampai ketika Allah menguji kita dengan urusan dunia kita, lalu hati kita menjadi sempit, lalu lupa akan luasnya Rahmat Allah Ta’ala. Hingga akhirnya kita jatuh dalam keputus-asaan.

Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Ar-Ruum (30), ayat 36)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Az Zumar (39): ayat 53).

Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Engkau harus tahu bahwa sesuatu yang ditakdirkan akan menimpamu, tidak mungkin luput darimu dan sesuatu yang ditakdirkan luput darimu, tidak mungkin menimpamu.
(Hadits Riwayat Abu Daawud)

Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
(Hadits Riwayat Muslim)

Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan/kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan ataupun gundah gulana sampai pun duri yang menusuknya kecuali Allah akan hapuskan dengannya kesalahan-kesalahannya.
(Hadits Riwayat Bukhari)

Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah dan janganlah kamu malas (lemah semangat)!
Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan: “Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan jadi begini atau begitu”, tetapi katakanlah: “Qodarallaahu wa maasyaa-a fa’ala.
&
Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: “Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.” Akan tetapi hendaklah kau katakan: “Qodarullaahu wa maasyaa-a fa’al (Ini sudah jadi takdir Allah…Setiap apa yang telah DIA kehendaki pasti terjadi).” Sesungguhnya perkataan seandainya dapat membuka pintu syaithon.
(Hadits Riwayat Muslim)

Ketika manusia terjatuh kedalam perbuatan dosa, maka Setan akan berbisik: “Sesungguhnya dosa-dosamu sangat banyak dan sangat buruk, tidak ada harapan bagimu!” Lalu orang tersebut pun putus harapan, berprasangka buruk pada Allah…dia beranggapan mustahil bagi dirinya mendapatkan ampunan Allah…atau dengan kata lain: "Tidak Mungkin Allah mengampuni aku!" Hingga akhirnya ia tidak bertaubat, bahkan terus berada dalam keburukan.

Dan begitu juga saat kita tengah mengharapkan RahmatNYA, semoga Allah ArhamarRohimiin tidak jadikan kita sebagai orang yang merasa aman dari AdzabNYA.
Aamiin.

Kita tidak bisa merasa aman dari murkaNYA Allah Azza Wa Jalla. Sebaik apapun keadaan kita, kita tidak bisa merasa aman dari AdzabNYA. Karena tiada yang merasa aman dari AdzabNYA kecuali orang-orang yang merugi!

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Al-A'raf (7), ayat 96, 97, 98, 99)

Ketika manusia sibuk dalam ketaatan, maka Setan akan menipunya dengan membisikkan: “Sesungguhnya engkau banyak beramal, dosa-dosamu telah diampuni”, hingga akhirnya orang tersebut tertipu, lalu kemudian ia meremehkan dosa, kemudian ia mengamalkan dosa-dosa.

Maka hendaknya siapapun yang berada dalam ketaatan, tidak tertipu dengan ketaatannya, dan tidak meremehkan dosa, ketahuilah Allah Maha Keras AdzabNya!
Siapa yang bisa menjamin bahwa kita akan tetap hidup…atau belum mati…atau sempat untuk bertaubat…saat kita berani memilih melakukan dosa.

Ya, bisa jadi kita merasa tidak sedang bermaksiat pada Allah, tapi ternyata kita tengah berdosa karena sibuk membicarakan dosa/kesalahan orang lain. Tidak bisa menahan diri untuk tidak membicarakan keburukan orang lain. Atau mungkin juga tidak sampai terucap/dikatakan…tapi ternyata begitu kuat di dalam hati…
“Dia Kafir!”
“Si Anu Sesat!!!”
“Semoga fulan masuk Neraka dan disiksa disana!”

Atau mungkin malah dihati kita tidak ada keyakinan…menutup keyakinan…tak mau percaya bahwa Allah bisa mengampuninya, walaupun dosa seseorang itu seluas jagat raya! Bahwa Allah mempunyai ampunan yang lebih luas dari dosa orang tersebut.
Karena apakah dzat-nya yang bisa lebih besar, lebih luas dan lebih tinggi dari Allah? Walaupun itu dosa!
Dan bila Allah berkehendak mengampuniNYA maka diampuniNYA-lah dosa-dosa hamba yang seluas jagat raya itu.

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Az-Zumar (39): ayat 53).

Ketika menjelaskan surah Az-Zumar ayat 53 di atas, Ibnu Abbas mengatakan:
“Barangsiapa yang membuat seorang hamba berputus asa dari taubat setelah turunnya ayat ini, maka ia berarti telah menentang Kitabullah ‘Azza Wa Jalla. Akan tetapi seorang hamba tidak mampu untuk bertaubat sampai Allah memberi taufik padanya untuk bertaubat.”

Inilah yang semestinya kita harapkan…hidayah dan ampunan baginya, bagi diri kita, bagi kita semua.

Namun untuk dapat mengharapkan…mendoakan orang lain, orang ini (diri sendiri) seperti itu tidaklah semudah perkata-kata atau semudah menulis tulisan ini! Karena manusia mudah sekali…cepat sekali…berputus asa, berkeluh kesah…lalu bermaksiat pada Allah! Membuat kerusakan! Ya sungguh kita…manusia…tempatnya Salah dan Dosa.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.
(Al-Qur’anul-Kariim, Ar-Ruum (30), ayat 41)

Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Sesungguhnya Ruhul Qudus (Jibril) telah meniupkan wahyu ke dalam hatiku, bahwa suatu jiwa tidak akan mati sehingga dia menyempurnakan ajalnya dan mengambil seluruh rezekinya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan carilah rezeki dengan baik. Dan jangan sampai anggapanmu akan lambatnya rezeki mendorongmu untuk mencarinya dengan maksiat kepada Allah. Karena sesungguhnya apa yang di sisi Allah tidak akan bisa diraih kecuali dengan men-taati-NYA.
(Hadits Riwayat Abu Nu’aim)

…Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.
Mereka bertanya:
“Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, Yaa Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Disebabkan kekufuran mereka.”
Ada yang bertanya kepada Beliau:
“Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab:
“Tidak, melainkan mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan suami. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu yang tidak berkenan di hatinya niscaya ia akan berkata: “Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu”
(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Maka jelaslah…kebaikan yang kita lakukan pun…

Tak akan bisa tanpa PertolonganNYA!
Tak akan bisa tanpa BimbinganNYA!
Tak akan bisa tanpa KeselamatanNYA!
Tak akan bisa tanpa Belas-KasihNYA!

Tak akan bisa tanpa ALLAH!

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Robb semesta alam.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah At Takwiir (81), ayat 28-29)

Dikatakan oleh Ibnu Mas’uud Radhiyallaahu‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa terhadap rahmat Allah, dan putus harapan terhadap pertolongan Allah.
(Hadits Riwayat Ath-Thabrani)
Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Ketahuilah, dahulu ada dua orang dari Bani Israil, yang satunya sholeh, yang satunya ahli maksiat. Yang Sholeh senantiasa menasehati ahli maksiat, dan terus demikian, lalu ia tidak melihat adanya perubahan dari temannya ini, dan dengan marah ia berkata:
“Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu!”
maka ketika di hari kiamat Allah mengumpulkan mereka berdua, dan berfirman:
 “Siapakah yang bersumpah atas namaKU agar AKU tidak mengampuni si fulan? Sesungguhnya AKU telah mengampuninya dan menghapus semua pahala amalmu.
(Hadits Riwayat Bukhari)
Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Barangsiapa yang impiannya adalah akhirat maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, dan Allah akan memudahkan urusannya, dan kenikmatan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.
Dan barangsiapa yang impiannya hanyalah dunia maka Allah akan menjadikan kefakiran di depan kedua matanya, dan Allah akan mempersulit urusannya, dan ia tidak akan mendapatkan kenikmatan dunia kecuali apa yang sudah ditakdirkan untuknya.
(Hadits Riwayat At-Tirmidzi)

Sesungguhnya Allah tidak berbuat dzalim kepada manusia sedikit pun. Akan tetapi, manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Yunus (10), ayat 44)

Dan DIA telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala hal yang kamu mohon kepada-NYA. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah.
(Al-Qur’anul-Kariim, Surah Ibrahim (14), ayat 34)

Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda:
Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka dengan suatu musibah, maka barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan Allah dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan Allah.
(Hadits Riwayat At-Tirmidzi)

Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat.
(Shahih Jami’us Shaghir)

Semoga Allah Subhanahuwata'ala Yang Maha Membolak-balikkan hati dan pandangan menetapkan hati dan pandangan kita pada Islam dan ketaatan padaNYA.
Dan semoga Allah Azza Wa Jalla, Al-Hayyu Al-Qoyyum, GhofururRohiim, AfuwwunKariim, ArhamarRohimiin...melindungi kita semua, menyelamatkan kita, mengampuni kita, memaafkan kita dan mem-belas-kasihi kita semua.
Aamiin.

Allahumma robbu MuhammadurRouf...birohmanimihii.

Allahumma taqobbal minna
innaka antasSami'ul 'Aliim
Watubb alayna
innaka antatTawwaburRohiim
Warhamna WarhamimMuslimiin
Yaa ArhamarRohimiin
---------------------------------------------------------------
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.





Tuesday, January 19, 2016

INDAH untuk INDAH

Keindahan telah diciptakan untukmu duhai pemilik hati nan indah...

Bukan ketidak-indahan!

Ketidak-indahan tak pantas untukmu,
ia tak kan mampu membahagiakanmu.
Walau berbagai upaya untuk menarik perhatian matamu...yang dibuat dan dipaksakan indah...
agar dilihat mata indah mu saja...
mencuri perhatian mata indah mu saja...
apapun itu...bila tidak membuat mata ini Tunduk, Takjub atau menangis rindu padaNYA...maka ia hanyalah buih-buih kesia-sia-an belaka.

Bulan, bintang, langit, awan, gunung, lembah, sungai, laut, bunga-bunga, warna-warna, bentuk dan wajah dan seluruh CiptaanNYA yang dapat dilihat...
membutuhkan mata untuk dikatakan...disebut...dipuji...indah.

Sebesar dan seluas-luasnya keindahan alam semesta ini diciptakan untuk dilihat mata dari setiap jiwa yang hidup...dihidupkan didalamnya...
sesuai waktunya, momennya, bagiannya...ketentuan/qadarNYA.

Sampai saat nya tiba,
dimusnahkannya segala keindahan alam semesta ini...
untuk mata ini melihat keindahan sejati...
WajahNYA.

Karena DIA Maha Terpuji.
DIA terus ciptakan makhluk untuk memuji DiriNYA.
DIA paling senang Dipuji.

Innalhamdalillah,
Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin,
hamdan syakirin,
hamdan yuwaafii ni'amahu
wa yukaafiiu maziidah.

Mata…Jendela Hati…dari hati yang indah akan selalu dilewati pandangan, penglihatan…masuk dan keluar…yang indah. Yang cepat kembali pada Allah!
Bila mendapati keburukan, maka dia cepat memohon kebaikan, ampunan dan keselamatan.
Bila mendapati kebaikan, maka dia cepat berterimakasih dan bersyukur dan memohon Keselamatan, Keberkahan dan RidhaNYA.

Begitu juga telinganya…pendengarannya! Pintu Hatinya!
Pintu hati yang tak pernah istirahat seperti hati nya…jantungnya…Kalbunya itu! Selalu mendengar walau dia tertidur! Selalu mendengarkan keindahan karena indah hatinya.

Hati yang indah…yang selalu bertaubat sehingga ia bisa bersabar dan bersyukur!
Kokoh ia!
Mapan ia!
Yakin dan Senang bersama TuhanNYA.

Maka Lisannya…karya hatinya…produk hatinya… ungkapan hatinya…adalah juga Keindahan!
Mungkin tak sekali kita temui pembicaraan atau tulisan seseorang yang "tak tahan" untuk membuka aib orang lain di ruang publik. Ada yang dengan dalih kebenaran, menasehati, protes, pamer kepintaran, mendulang "like", sampai yang bikin sensasi biar rame biar terkenal...ujung-ujungnya untuk memperoleh keuntungan sekian rupiah, sekian dolar.

Seolah tak tertahankan, padahal sudah puluhan kali dilatih "menahan yang boleh" selama sebulan penuh di bulan puasa.
Ya ini tanda begitu mudahnya kita lupa dan begitu cepatnya kita mengikuti keinginan diri sendiri, daripada keinginanNYA.
Walau kita tau Ghibah itu seperti memakan bangkai saudara sendiri.
Walau kita tau memfitnah itu lebih kejam dari membunuh. Karena keberadaannya, hidupnya, dan peluangnya untuk menjadi baik atau lebih baik pun ikut "dibunuh".

Hanya oleh "ke-iseng-an" saja!
Hanya oleh "ikut campur" saja!
Hanya oleh "me-lebih dari Tuhan-kan diri" saja!

Bagaimana tidak "iseng" alias "tidak serius"?!
Bila memang kita sungguh-sungguh/serius ingin memberi teguran atau nasihat atau protes tidak suka atau tersinggung...temuilah orang itu dan katakan padanya! Berdua saja atau ajak penengah atau saksi! Fair! Bukan dibelakangnya! Bukan malah disampaikan pada orang lain! Di ruang publik pula! Lalu bangkit ujub karena puluhan ribu orang yang "like"! Tak terbayang kah bila ternyata perbuatan itu Allah tidak suka? Mengundang MurkaNYA? Pada sekian puluh ribu pemilik jempol itu kita harus membuat klarifikasi! Membersihkan namanya yang telah kita rusak!

Bagaimana tidak ikut campur?!
Tau kah kita ada maksud apa dari Sang Pemberi Izin, Yang Maha Berkehendak menjadikan cerita hidupnya seperti itu?

Saat Allah menguji dengan kemiskinan karena padaNYA jua segala kekayaan! Kita punya apa?

Saat Allah menjatuhkan kita dalam salah dan dosa karena hanya padaNYA segala Kebenaran dan Ampunan! Kita mampu apa?

Saat Allah mematikan karena hanya DIA jua Yang Dapat Menghidupkannya kembali! Kita bisa apa?

Bagaimana tidak menjadi lebih dari Tuhan?!
Sedangkan Allah saja selalu tutupi aib kita! Kita malah membukanya!
Allah saja selalu siapkan jalan keluar, ampunan dan maaf! Kita yang belaga punya solusi tapi malah menambah rusak suasana...bikin gaduh! Lalu tak bagus pula akhirnya...ancur-ancuran Ending-nya!

Allah bisa merubah dia menjadi baik! Kita malah menutupi dan memastikan "tidak-mungkin!". 

Bukan ditutupi aibnya...malah disebar luaskan!
Enteng dan Lezat lisan ini mengumbar aib orang lain!

Memegang mandat, otoritas dari Negara atau dari Tuhan sebagai Penyelidik atau Penyelesai Masalah…Penolong…Penyelamat…PUN TIDAK!!!

Lalu banyak orang yang suka…sepakat, mengikuti, mencontoh, meneladaninya...terus dan terus sebanyak penggemar ke-tidak-baikan itu.
Ditambah dengan menyebar hasutan, fitnah dan penyamarataan pula! Maka semakin sempurnalah "dosa jariyah" nya.

Dari Muaz bin Jabal Radhiallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Radhiallahu'anhu bersabda:
"Barangsiapa memalukan saudaranya yang muslim dengan sesuatu dosa yang dia telah bertaubat dengannya, Allah tidak akan mematikannya sehinggalah dia sendiri terjerumus ke dalam dosa tersebut."
(Hadits Riwayat Imam At-Turmudzi)

Saudaraku...
Marilah kita memohon kepada Allah Azza Wa Jalla...agar diberikan akhlak yang baik dan dijauhkan dari akhlak yang buruk. Aamiin

Biarlah saat ini membicarakan aib orang, membuka aib suami/istri atau saudara atau keluarga atau teman di ruang publik dianggap biasa.

Media pun yang punya kesempatan untuk beramal lebih dengan mengajak manusia ingat pada Allah, kembali pada Allah, mengenal Allah...malah menjadikan "bongkar-bongkar aib", menghina orang, memojokkan orang...mem-bully...tidak menghormati orang lain...sebagai komoditi alias barang dagangan.

Seperti berita-berita yang mengajak bukan lagi pada ghibah tapi sudah pada status siaga satu...berani memfitnah, menyebar fitnah.
(Membangunkan fitnah jelas-jelas mengundang petaka/ bala-bencana.)
Dengan judul yang dibuat sengaja memancing...mem-provokasi malah, seperti HEBOH, GEGER, FAKTA dan lain sebagainya.
Lalu semudah meludah…cuhh…maka banyak orang terlibat!
Dan seperti buang angin…dhuut…sedetik kemudian dilupakan begitu saja!
Dianggap biasa!
Dan tak sedikitpun sadar bahwa itu semua telah menjadi Dosa Jariah...Dosa yang langgeng...sebanyak siapa yang terlibat/mengikutinya! Walaupun pembuat beritanya telah lama mati!

Disaat yang sama mereka mampu mengajak dan menasehati orang banyak untuk lebih dekat, lebih memilih Allah.

Biarlah...
Biarkan saja...

Kita mulai dari diri kita, ajak keluarga kita...selamatkan orang-orang yang kita sayangi. Agar kebahagiaan kita bersama mereka langgeng sampai ke alam akhir, tidak hanya di dunia ini saja. Tidak terjebak di dunia ini saja.
Semoga sampai ke SurgaNYA...Aamiin

Dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu,
Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda:
"Janganlah kamu berdengki-dengkian, 
dan jangan kamu tipu-menipu, 
dan jangan benci-membenci, 
dan jangan musuh memusuhi, 
dan jangan kamu berjual beli atas jual beli setengah yang lain, 
dan jadilah kamu sekalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. 
Seorang Muslim adalah bersaudara sesama Muslim, 
tidak boleh menganiayanya, 
tidak boleh membiarkannya tertindas,
 tidak boleh mendustainya 
dan tidak boleh menghinanya.
Taqwa itu berpuncak dari sini_sambil Nabi Shalallahu'alaihiwasallam menunjukkan ke dadanya tiga kali. 
Sudah memadailah kejahatan seorang itu jika ia menghina saudaranya yang Islam. Seorang Muslim terhadap seorang Muslim yang lain adalah diharamkan 
darahnya, 
harta bendanya 
dan kehormatannya."

Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda: 
Berbahagialah orang-orang yang ikhlas. Mereka adalah pelita di dalam gelap, dan karena mereka padamlah fitnah-fitnah yang besar.
(Hadits Riwayat Baihaqi)

Semoga pelita di dalam gelap itu adalah juga saudaraku sekalian. Aamiin

---------------------------------------------------------------
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

Wednesday, December 9, 2015

Cintaku itu...

Apakah Cinta tengah menghilang?
Atau Cinta tengah diam mengalah?
Atau tengah melakukan sesuatu?

...dalam suatu upaya tertentu?
...sedang merencanakan sesuatu?
...untuk sesuatu?

Sekian Waktu?
Sekian Mahar?
Sekian Jarak?
Sekian Upaya?
Sekian Bilangan?
Sekian Suasana?

Ah tidak! Bila Cinta seperti itu maka aku akan bersiap untuk kecewa seperti hari yang telah lalu.

Sekian butir pasir di pantai cinta tengah terpesona dengan bayangan cinta yang mereka dapati...
setiap satu-persatunya...
setiap butirnya...
dengan bayangannya masing-masing.

CahayaMu sudah cukup menjadikan diriku memiliki bayanganMu, kemanapun aku bergerak!

Tak perlu ku pinta bayangan itu menjadi wujud seperti diriku, atau mempersoalkan mengapa tak bosan ia mengikutiku.

Tak juga CahayaMu
Tak juga DiriMu
Tak juga diriku
Tidak!
Tidak!!
Tidak!!!

Cukup CintaMu...
Ya!
Hanya CintaMu.


Tuesday, November 17, 2015

TEROR ADALAH MUSUH BAGI KEMANUSIAAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia... TEROR adalah Usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Sedangkan MENEROR adalah Berbuat kejam (sewenang-wenang dan sebagainya) untuk menimbulkan rasa ngeri atau takut. Dan Pelaku Teror disebut TERORIS...

Berarti…misalnya...kalau ada orang tinggi tiga meter, berbadan kekar, perut nya 12 pack (wew), tampilannya sangar, suara nya seperti harimau, bicaranya kasar, lirikan matanya mengeluarkan sinar laser merah, bawa kampak sebesar daun pintu mol ditangannya dan bawa peluru kendali berhulu ledak nuklir di punggungnya...lagi cari makan...kebetulan makanan nya semen, besi dan aspal. Kalau dia nongol semua orang takut, dan buru-buru nyiapin makanannya, kalo ga bisa berabe!...TERORIS DONG?

Atau contoh yang ga alay:

  • Yang nagih orang kecil sambil nakutin? Rame-rame dan ngancem-ngancem!?
  • Yang ngemis bergaya nakutin? Entah pake gaya Kuntilanak atau Zombi misalnya!?
  • Yang nelponin pasangannya bertubi-tubi, yang nakutin + bikin takut?

Disebut Melakukan Teror juga kah? 
Disebut Teroris juga kah?

"Ga sekali lho gw denger, "Aduh gw di teror mantan bini gw nih...(atau) mantan laki gw nih!""

Lalu dari mana juntrungannya TERORIS itu sama dengan Islam?

Terus...waktu WTC di ancurin, karena sudah tua gedungnya, dengan teknik peruntuhan gedung yg sama dimananapun juga (artinya ga mungkin gara-gara ditabrak pesawat bisa rapi begitu rontoknya! Emang dari tepung terigu apa tuh gedung? Dari beton kan?) lalu disetting "Under Attack" oleh Islam? Lalu singkat cerita nyerang Irak dan Afganistan. Ngacak-ngacak negara orang. Yang terus dari ancuran negara itu lahir ISIS dsb nya. Sementara Minyak nya ga diberitain "Siape nyang minum?"...Upaya yang tersusun rapi itu disebut apa?

Atau Palestina sejak 1948 dari seluas itu sampe tinggal "se-ucrit" Gaza dan Tepi Barat, yang itu pun masih di pagerin, di bombardir, di susahin hidup nya. Itu disebut apa?

Bagaimana pula Burma, Uighur-Xinjiang-China, Central Africa? Atau Pembantaian serupa yang masih juga terjadi di Negri tercinta ini?

Nyata-nyata Islam yang diteror! Kenapa jadi Islam yang sama dengan Teroris!?

Seperti jawaban ulama muda asal Jerman, yang telah meng-Islam-kan ribuan warga Jerman, Abu Hamzah, terhadap tuduhan bahwa Islam adalah agama teroris...
(Abu Hamzah yang sebelum Islamnya (2001) bernama Pierre Vogel, kelahiran: 20 Juli 1978, mantan seorang petinju profesional di Jerman yang sangat membenci Islam).

Ketika sedang bercerita tentang ke-Islam-an-nya dihadapan warga Jerman. Tiba-tiba seseorang berteriak kepadanya:
“Islam? Apakah ajaran teroris masih laku?”
Abu Hamzah pun tersenyum, lalu ia memanggil orang itu untuk naik keatas mimbar.
Dihadapan orang Jerman, dia menjawab:
“Perang dunia pertama 17 juta orang tewas, apakah disebabkan orang Islam?”
“Perang dunia kedua 55 juta orang tewas, apakah disebabkan orang Islam?”
"Nagasaki di bom atom yg menewaskan 200.000 orang, apakah orang Islam juga yang melakukan?”
“Perang Vietnam yang menewaskan lebih dari 5 Juta jiwa, apakah muslim juga yang melakukannya?”
“Pembantaian etnis Bosnia yang menewaskan 500.000 orang, apakah muslim pelakunya?”
“Perang Iraq telah menelan korban 1,2 Juta jiwa, apakah disebabkan orang Islam?”
"Apakah anda masih berfikir bahwa Islam adalah masalah, apakah Islam teroris? Siapa yg mau jawab?" Tantang Abu Hamzah.

“Seharusnya kalian berfikir, kenapa Islam difitnah? Itu karena ada sesuatu yang tersimpan didalamnya. Kalian bisa menciptakan produk terbaik untuk dunia ini, apakah kalian tidak bisa memaksimalkan akal kalian untuk mencari kebenaran tersebut?”
Lalu ia membacakan Surah Al-Baqarah(2), ayat: 11 dari Al-Qur'aanulKariim:
“Dan bila dikatakan kepada mereka, janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang orang yg mengadakan perbaikan”.

Dan setelah kejadian itu ratusan hadirin langsung ber-Syahadat! 
DanTakbir..."ALLAHU AKBAR"...pun bergema!

Hingga dalam ceramah-ceramahnya, Abu Hamzah pun sering membungkam mereka yang menuduh Islam adalah agama Teroris...dengan pertanyaan sederhana...
  • Siapakah yang menyulut perang dunia pertama?
  • Siapakah yang menyulut perang dunia kedua?
  • Siapakan yang selalu menjajah sebuah negara damai, aman, tenteram hanya untuk kepentingan ekspansi?
  • Siapa yang selalu menyiarkan sebuah ajaran agama dengan cara menjajahnya terlebih dahulu?
  • Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan jutaan rakyat sipil?
  • Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia?
  • Siapakah yang membantai lebih dari 100 juta suku Indian Merah di Benua Utara Amerika?
  • Siapakah yang membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian Merah di benua Selatan Amerika?
  • Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak (apartheid), yang diantara 77% dari mereka mati di perjalanan dan dikubur (ditenggelamkan) di lautan Atlantik?
  • Siapa yang selalu tertarik untuk menguasai serta “merampas” minyak suatu negara baik dengan cara mengadu domba negara tersebut, mendanai oposisinya, menyebar fitnah bom, membuat negara tersebut tak kunjung ada kedamaian?
  • Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah sengsara dengan system busuk dan kejinya?
  • Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat, pembantaian warga Palestina dari tahun 1948 hingga sekarang?
  • Siapa pelaku dan pendukung krisis dibeberapa negara dengan cara membuat nilai dollar (dengan cara licik) menjadi tinggi hingga negara tersebut tidak sanggup membayar utang dollar dan harus menjual berbagai asetnya?
  • Siapa pelaku yang selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik dengan menghina tokoh agamanya atau membakar kitabnya?
Mereka sama sekali bukan negara Islam maupun orang Islam? Bukalah mata Anda, siapa sesungguhnya yang jahat!

Jelas sekali ada kebencian terhadap Islam! 
Ada apa?

Ya Islam ngajarin Perang, tapi bukan perang barbar! Yang ngebom penduduk sipil! Dari jauh pula! Dengan Bom Atom lah, bom Napalm lah, bom Fosfor lah, bom isu lah! 
Perang yang diajarkan Islam berhadap-hadapan...Pasukan Perang Vs Pasukan Perang...fair! Yang saat ini berhadap-hadapan itu hanya tersisa di Pertandingan Sepak Bola saja! 
Dan kalau Perang dianggap tidak benar... nyatanya saat ini hampir semua Negara di dunia punya Angkatan Perang? Malahan mesin pembunuh masal terus diciptakan dan di kembangkan! Di jual belikan pula! Yang lalu "kolektor" terbanyaknya di anggap hebat dan merasa bangga! 
Sadis! 
Ganas!

Dan memang manusia itu ganas!
"Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, Gereja-Gereja, Rumah-Rumah ibadat orang Yahudi dan Masjid- Masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah."
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Al-Hajj(22) ayat 40)

Lalu kenapa Alhamdulillah?

Ya Alhamdulillah! 
AlhamdulillahiRobbil'alamiin!
Segala Puji Bagi Allah Rabb Semesta Alam!
Bagaimanapun keadaan kita hambaNYA...seluruh hambaNYA! Taat-kah kita, ingkar-kah kita, dalam keadaan baik-kah kita, dalam keadaan tidak baik-kah kita, saat ber-amal kah kita, saat berdosa kah kita, saat damai kah kita, saat perang kah kita, saat hidup kah kita, saat mati kah kita...ALLAH TETAP TERPUJI! Dan tak pernah berkurang Ke-terpujian-Nya...

Alhamdulillah!
Sesuatu yang menggembirakan adalah...dunia menjadi tau bahwa alasan memusuhi Islam hanyalah KEBENCIAN semata. 

Lihatlah...malah semakin banyak yang masuk Islam! Dengan keberanian pula! Tanpa takut dituduh Teroris! Tidak Palsu! 
Perhatikanlah! Mereka walau minoritas di negaranya...dan negaranya pun "dalam keadaan" tak senang dengan Islam...tetap berani menunjukkan dirinya Islam...baik dengan ibadahnya, tingkah-lakunya, perkataannya  maupun pakaiannya! 
Dan lihatlah! Semakin banyak yang membela Islam...bahwa Islam bukan Teroris! Terang-terangan mereka membela. Baik dengan membuat pernyataan tegas di status-nya atau dengan membuat karya semisal  video pendek...ISLAM BUKAN TERORIS! ISLAM-LAH YANG SELALU DI TEROR DAN SELALU TETAP BERSABAR! Disaat Sang Benci itu sangat ingin sekali menyama-ratakan Islam dengan Teroris!

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat Kami, jika kamu memahaminya.”
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Aali-'Imraan(3) ayat 118)

Dan mereka, entah siapa itu, yang berada di balik perusakan nama Islam itu, yang sangat membenci Islam itu...mulai termakan jurusnya/caranya sendiri! Mulai mati langkah! Maka tak lama lagi mereka akan saling berkelahi! Sesama mereka sendiri! Ya...mereka akan hancur dari dalam, dari dalam persekongkolan mereka sendiri. 
Janganlah mengira mereka kuat dan kompak! Mereka sebenarnya lebih penakut dan rapuh...lebih terpecah belah dan saling bermusuhan! 

"Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti."
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Al-Hasyr(59) ayat 14)

Waw tendensius sekali!
YA! Kalau tidak hati-hati baca ayat-ayat diatas! 
Kalau berpikir, menganalisa, mendengar, berpendapat BERDASARKAN KEBENCIAN! BERDASARKAN PENGETAHUAN DIRI SENDIRI YANG TERBATAS...SO' TAU! BERDASARKAN NAFSU KITA SAJA TANPA ketundukan...tanpa kesadaran akan betapa Hina-nya, Tidak-Berdaya-nya, betapa Lemah-nya, betapa Tiada arti-nya, diri kita dihadapan DIRINYA! Dihadapan Allah Yang Maha Agung...bisa-bisa kita ber-enteng lidah, se-enak-perut maen kafir-kafirin...nyakitin manusia lain-nya. 
Nasrani-lah di benci!
Yahudi-lah di jadiin alasan!
Bahkan seagamanya sendiri...sesama muslim...dikafirin!!!!

Kenapa mudah sekali membenci? 
Apalagi jaman internet begini! Betapa mudahnya seseorang membenci! Bicara jahat nan kotor hanya lantaran katanya saja! Kata foto? Kata film? Kata berita? Langsung...tanpa diperiksa lagi! Menambah dosa bagi dirinya sendiri.
Apakah sudah serapuh itu manusia saat ini? Senang berdosa! Gemar menambah dosa! 

Kenapa sampe begitu banget bencinya?
Sampe tegang begitu muka lo?
Sampe ga bisa liat lagi mana bener mana salah? Mana bener mana setingan?
Sampe maksa begitu...maksa lo harus bener, maksa yang lo tuduh harus salah!
DARI MANA LO TAU ORANG YANG LO BENCI PASTI BEGITU?
Emang Allah bisikin elo! Kasih tau elo!

Kalau orang yang kita benci itu...Allah kasih/beri hidayah dia bagaimana? 
Atau akhir hayatnya, matinya dia Islam...sementara kita?
Sudah yakin kah kita bakal mati..berakhir hayat baik?
Siapa yang berani bilang begitu maka sombonglah dia!
Kita bukan Nabi dan Rasul yang maksum...suci tidak berdosa!
Kita bukan Para Sahabat yang Allah telah Ridha pada mereka!
Bukan pula Kekasih-kekasih Allah, Wali-Wali-Nya yang disucikan ruhnya oleh Allah!

Tidak...

Musuh kita hanya Iblis dan Teman-temannya....yaitu setiap diri (bisa jadi diri kita sendiri) yang senang, yang nerima ("ga ngelawan") ditunggangi Iblis! Menjadikan/Merelakan diri kita menjadi tunggangannya laknatullah.Dan buat Para Pembenci itu:
"Silahkan kalian membenci Islam sekuat-kuatnya. Tapi ingat lah, kalian, aku, siapapun juga...tak akan bisa kuat menolak! Tak akan bisa lari bila Allah ingin kalian menjadi Islam! Sekeras baja pun kalian...pasti meleleh!"

Tengoklah...peristiwa Bom Paris kemarin!

Owh....itu bukan cara Islam!
Islam itu fair...gagah! 
Berhadap-hadapan...pasukan perang dengan pasukan perang! 
Ada pemberitahuan! Bukan main Bom begitu saja...dari jauh pula! Niat bunuh diri pula! Campuh pula hingga tak perduli lagi ada balita disana, ada wanita disana, ada kakek-kakek disana, ada nenek-nenek disana, ada hewan disana, ada tumbuhan disana! Hajar semua! Ga! Itu bukan cara Islam!
Dan ga pake fitnah atau rekayasa media! 
Tetap Jujur! Tetap Gagah! Tetap Berwibawa!
Kalau gaya-gaya teroris itu....Astaghfirullah!!! 
Yaaah...namakan sendirilah!
Bukan lagi mengganggu kesenangan orang...tapi nyakitin...matiin...membunuh!!!
Lalu berani pula mengatas namakan tindakannya itu karena membela Nabi! Karena Nabi dihina! 
Lho!!! Kenapa bukan yang menghinanya yang dibunuh!!! Di cari kek sampe dapet! 
Kenapa jadi ngorbanin orang lain begitu???!!!
Lalu Prancis pun balas menyerang! Sama...anak-anak, penduduk juga yang dihajar! Cocok...sama gila nya!!!
Iblis pun tertawa girang.

Astaghfirullahal'adziim...

Semoga Allah mengampuni kita semua. Aamiin.

Kalau masih ada dikepala kita pikiran...yang keluar dari busuknya hati...yang merasa telah aman dan telah selamat! Merasa masuk surga! Seolah-olah kehendak dirinya bisa merubah kehendak Allah! Seolah-olah Kehendak Allah mengikuti atau diikuti oleh kehendak dirinya! Aman-nya adalah dengan dirinya! Bukan dengan Allah! Memohon keselamatan dari dirinya sendiri, dengan cara/ala dirinya (Seolah-olah dirinya lebih tinggi, lebih berkehendak, lebih berkuasa dari Allah!) Tidak memohon perlindungan pada Allah dari Allah! Yang lalu dengan keadaannya yang seperti itu dia membenci Nasrani, Yahudi dan agama apapun yang ada di muka bumi ini...
Maka....
Selamat!
Anda telah bermain menjadi Tuhan!
Sebagai Tuhan!

Jangan! Sungguh kita tak akan bisa!

Sayangilah manusia...maka Allah Yang Maha Penyayang akan Menyayangimu!
Sayangilah manusia karena Allah semata!

Cintailah manusia...maka Allah Yang Maha Mencintai akan mencintaimu!
Cintailah manusia karena Allah semata!

Bila Allah Menyayangimu...maka DIA menyayangimu karena KehendakNYA...bukan karena kehendakmu, apalagi karena upayamu! Karena DIA tidak dipengaruhi sesuatu!

Bila Allah Mencintaimu...maka DIA mencintaimu karena KehendakNYA...bukan karena kehendakmu, apalagi karena upayamu! Karena DIA tidak dipengaruhi sesuatu!

Dan manusia bisa mencintai Allah, karena Allah mencintainya...

Ya...selamat bingung! 
Ya...Kita harus sampai pada bingung itu!
Agar kita tau betapa tidak taunya kita. Agar kita tau betapa tolol-nya kita!
Agar sadar Sungguh Hanya Allah Yang Tau dan Maha Suci Allah dari bingung!

Tengoklah Petir! Rasa antara Takut Tersambar dan Berharap Selamat itu...
begitulah rasa hati dihadapanNYA...
antara Takut dan Harap! 

Rasakan itu! 

Rasakan!
Jangan dipikirkan!

Rasakan!
Hati ini tak perlu bahasa, tak perlu huruf/tanda/lambang/warna dan suara!
Rasakanlah!

"Sesungguhnya Allah Maha Belas-Kasih lagi Maha Penyayang kepada manusia."

(Al-Qur'aanulKariim, Surah Al-Baqoroh(2) ayat 143)
"Lha!!! Itu disebut...Beliau sayang nya sama Mukmin doang!!! Kan disebut juga Beliau keras sama orang kafir! Kan kita harus ikutin Mereka."

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Al-Fath(48) ayat 29)

"Nah...itulah elu! Ngotot banget sama rasa benci elu! 
Itukan ayat pujian buat Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam dan Para Sahabat-Nya! 
Nah elu siapa...ke-PD-an begitu? Seolah-olah elu setara dengan mereka! 
PD pula ngaku-ngaku ngikutin mereka! Sedangkan hati lu penuh kebencian!!! 
Lu sih enak berani pora-pora sama Allah?
Bohong ga jadi masalah buat lu! 
Elu kata Allah ga tau apa yang di dalam hati lu! 
Kalau elu sedikit aja mau pake perasaan! Kalau saja kita sadar tak ada yang rahasia bagi Allah. Kalau saja sadar betapa banyak dosa yang telah kita buat! Sadar selalu bikin malu agama ini! Sadar selalu bikin malu Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam! Sadar cuma nurutin/ngikutin Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam se-enak perut kita aja!...
Elu...gue...kita semua ga akan berani, ga akan sampai hati ngomong begitu! Asal menghina begitu!

Siapa kita yang mau sama dengan Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam?!!!
Siapa kita yang mau sama dengan Sahabat-sahabatNya Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam?!!!
Pantes ga??!!!

Bahkan kita tak ada sekotoran bayangan debu dari sandalnya Para Sahabat Yang Mulia...Yang Suci itu!!!
Ya! Bayangkanlah debu yang melekat dibawah Sendal Mulia itu! Lalu ada bayangan dari debu itu! Lalu bayangan itu mengeluarkan kotoran! Maka itu pun lebih mulia daripada diri kita!

Cukup sudah jadi tanda rusaknya Iman kita, bila ingin sama dengan mereka!
Tak akan mampu seseorang untuk mulia seperti mereka!
Segunung harta yang kita infaq-kan hanyalah separuh mangkuk dari harta yang mereka infaq-kan!

Bacalah, simaklah...bukankah telah bertebaran kisah bagaimana SayangNya Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam pada orang buta yang Yahudi yang selalu menghinaNya itu! Bagaimana SayangNya pada orang kafir yang selalu mengirim kotoran ke rumahNya! Bagaimana SayangNya pada orang kafir yang menagih hutang padaNya dengan kurang ajar itu! Dan banyak lagi! 
Lalu kita dengan pongah-nya mengartikan keras dengan "menyakiti"?!

Bila ada orang Nasrani membenci Islam, maka itu tidaklah berarti semua orang Nasrani membenci Islam! Begitu pula sebaliknya. Dan Islam pun tidak menyuruh membenci Nasrani! Tengoklah Piagam/Surat Jaminan dari Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam ini, yang harus dipatuhi sampai KIAMAT!
Begitulah SayangNya Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam kepada manusia.

Dan cobalah kita renungkan...
Cobalah kita rasakan...
Tidakkah kita menangis mendengar doa Agung-Nya Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam...yang tidak pernah diucapkan oleh satu makhluk pun sebelumnya..."Ummati, Ummati!"

Maka...
Tak usah lah berteriak...siaran...mencari pemirsa...bahwa kau sedang tenggelam dalam sesuatu! Cinta-kah itu! Taat-kah itu!
TIDAK USAH!!!
Karena tak akan mungkin dan tak akan bisa berteriak seseorang yang sedang tenggelam!
Dan Allah bukan-lah "sesuatu"...apapun segala "sesuatu" itu! 
Ya! Apapun segala "sesuatu" itu baik dari semua yang kita telah tau, dari semua yang kita akan tau dan dari semua "sesuatu" yang dapat kita bayangkan!

Rasakan sajalah!

Hidup-lah!
Maka kau akan Malu!
Bila sudah tidak punya malu...maka itu berarti tidak hiduplah kita! Mati! Serupa Bangkai saja! Bangkai berjalan! Zombi!

Ya... Tak usah lah berteriak...siaran...mencari pemirsa...bahwa kau sedang tenggelam dalam sesuatu! Cinta-kah itu! Taat-kah itu!
TIDAK USAH!!!
Karena tak akan mungkin dan tak akan bisa berteriak seseorang yang sedang tenggelam!
Dan Allah bukan-lah "sesuatu"...apapun segala "sesuatu" itu! 
Ya! Apapun segala "sesuatu" itu baik dari semua yang kita telah tau, dari semua yang kita akan tau dan dari semua "sesuatu" yang dapat kita bayangkan!

Rasakan sajalah!

Hidup-lah!
Maka kau akan Malu!
InsyaAllah...si pongah ini, si pandir ini, hati yang rapuh dan busuk ini akan dibuat takjub, tunduk, cinta dan rindu....

Jika kita dibuat benar-benar mencintai Allah, kita akan diberi karunia olehNYA untuk mengikuti kekasihNYA...Kekasih ALLAH...Rasulullah Muhammad Shalallallahu'alaihiwasallam. Saat kita mengikuti KekasihNYA itu, tanpa ada diri kita sedikitpun...walau sekejap mata...maka itulah tanda Allah mencintai kita dan mengampuni dosa-dosa kita. InsyaAllah...Aamiin...
Karena sungguh Allah Maha Pengampun dari segala pengampun...
lagi Maha Penyayang dari segala Penyayang.

Seperti yang Allah katakan pada KekasihNYA:
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Aali-'Imraan(3) ayat 31)


Sekuat apapun upaya seorang hamba tak akan bisa menembus takdirNYA! Maka siapakah orangnya yang mampu menolak CintaNYA bila DIA telah Cinta?!

Semoga Allah melindungi kita semua, mengampuni kita dan menyelamatkan kita semua ummatNya Baginda Rasulullah ﷺ ...Aamiin.

--------------------------------------
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

 
ans!!