Thursday, February 14, 2013

Motivasi Sukses Sepanjang Masa



Hahaay, setelah ketunda lima hari, baiklah saya tuntaskan tulisan ini. Kemarin rilis dengan judul Rahasia Sukses Sepanjang Masa, karena masih kurang sreg........setelah dicari-cari.......kesana-kemari....akhirnya nemu deh...judul saya ganti Motivasi Sukses Sepanjang Masa.

Semua orang dalam memulai suatu usaha bisnis tentu berharap bisnisnya berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan. Sukses!
Kita mungkin pernah mendengar peryataan-pernyataan berikut ini:
  • "Kalau mau usaha yang paling penting punya modal!"
  • "Dalam bisnis yang penting tau pasar!"
  • "....yang penting punya ilmunya!
  • "Yang terpenting itu menumbuhkan banyak pelanggan & merawatnya!
sampai "...yang penting jujur!""...yang penting sehat!""...yang penting semangat!",
pantang menyerah, disiplin, dsb...dll....

Semua pernyataan itu benar. 


"Yahh...terus gimana dong bang?!"

"Sabar yah say!...
Di tulisan kali ini...saya minta kesabaran pembaca sekalian, sedikit aja, buat ngikutin cerita-cerita dibawah ini."

Kisah-Kisah berikut diceritakan dari kejadian sesungguhnya...Base On True Story alias benar-benar terjadi!

1. Tukang Ketupat Sayur yang jadi Jutawan.
Dahulu, di awal tahun 2000 masehi, waktu saya masih jualan (nyervis hape) di pinggir jalan, dengan satu etalase di teras sebuah minimarket, dengan penghasilan yang pas-pas-an, makanan andalan saya adalah ketupat sayur. Dari sekian banyak nominasi, Ketupat Sayur memenangkan kompetisi karena dengan ketupat sepiring, ples sayur nangka, ples sambel, ples telor sepotong, ples kerupuk, dapet air minum teh tawar pula....semua itu ditukar dengan lembaran kertas, dalam kurung uang, seharga...cuman tiga rebu rupiah

Pak Yanto, penjual ketupat sayur langganan saya, sekitar jam sembilan malam, biasa sudah mulai menyandarkan gerobaknya di depan toko alat-alat listrik yang tutup sore setiap hari. Toko itu tak jauh dari minimarket yang terasnya saya sewa per bulan itu.

Ada sekitar satu tahun saya jualan disana. Yah kebayang kan pemirsa...hari-hari beli...pasti kami jadi akrab. Setahun kemudian saya sewa kios kecil dan mulai nyicil motor. Saat itu pak Yanto bercerita pada saya ingin menyekolahkan anak bungsunya di pesantren besar di daerah Parung, dengan alasan di Pesantren itu bebas biaya (gratis). Beliau minta tolong kami untuk mengantarkannya. Yah begitulah...sempet boncengin dia juga ke sana. Kisah kenangan itu terjadi diawal-awal tahun saya pindah ke kios tersebut.

Dua tahun kemudian saya pindah ke tempat yang lebih besar, ruko yang ada lahan parkirnya. Karena saya perlu tempat parkir untuk pelanggan-pelanggan saya. Demi waktu - demi waktu, saking sibuknya, dan dapurpun sudah mulai aktif...alias sudah bisa masak sendiri. Kami terkejut, kami terhenyak (lebay), saya dan karyawan-karyawan saya tiba-tiba teringat..."Eh iya, kita dulu suka makan lontong sayur pak Yanto, kemana yah pak Yanto? Masih jualan ga yah dia?"

Singkat cerita..... 
Sepintas saya lihat sebuah mobil tipe SUV markir di depan toko, supirnya masih didalam mobil...clingak-clinguk ke arah toko. Pintu belakangnya terbuka dan turun seseorang mengarah ke toko. Selanjutnya saya tidak memperhatikan lagi karena kembali nyervis. Sambil nyervis saya dengar pembicaraan orang itu dengan karyawan saya.

"Mas, Camera digital saya ini cepet sekali habis batrenya, apa saya harus ganti batre? Atau mungkin ada masalah di Camera saya?"

"Sebentar yah pak, kita cek dulu." Jawab karyawan saya.

Setelah di periksa, ternyata batrenya saja yang sudah rusak. Pas saya mau ngejelasin ke orang itu...

"Lho...Pak Yanto!!!, Waduuh...keren banget sekarang pak!" 

Gimana ga keren pemirsa, Camera-nya aja Camera mahal, yang nempel dibadannya saja sudah puluhan juta...Jaketnya kulit asli, kemeja...celana...sepatu...semua branded, belum lagi mobil dengan supirnya. (Kebetulan penulis tau betul barang-barang bagus. Wekk!!!)
Dengan enteng dia menjawab: "Yah sudah terlanjur kaya mas Kaan."
"Hahaha...Terlanjur kaya" Kami semua tertawa.
Selanjutnya kami duduk-duduk mendengarkan pak Yanto menceritakan perjalanan "kaya" nya.

Tuturnya, anak gadisnya yang paling tua, yang baru lulus kuliah, saling jatuh cinta dengan pemuda Jepang. Kemudian Pemuda itu melamarnya dengan mahar Sembilan Milyar Rupiah. Karena pak Yanto takut anaknya terpisah jauh, "Seperti di beli!" katanya, beliau menolak uang tersebut. Dan alasan itu dia utarakan juga pada pemuda Jepang tersebut. Tapi karena pemuda Jepang itu tak ingin mertuanya "susah". Akhirnya pak Yanto dibangunkan sebuah rumah mewah dua lantai, ples garasi, ples mobil, ples supirnya. Rumah mewah yang full AC, ada line telpon tetap + TV Satelit, dengan kamar mandi yang ada sauna-nya, ples perabotan rumah tangga yang mewah, ples bunga-bunga di pekarangan rumah...standarnya orang sono dah.
Dan untuk membiayai operasional bulanan rumah mewah itu, Pak Yanto juga dibuatkan kontrakan bagus Sebelas Pintu! 11 Rumah!!! 
Bukan kontrakan kandang ayam yang ga ada udara lewat karna ga ada pintu belakangnya yah, yang dapurnya pengap terus kalau gas bocor meledak! Bukan!!! 
Bukan kontrakan yang jemur baju + kancut di teras! Selokan seadanya! Ga ada tempat sampah utama! Tembok retak-retak! Atap bocor! Banyak Tikus! Dan kedengeran / tembus suara tetangga ngorok atau nonton sinetron! Bukan! Bukan yang begitu!!

"Lho, kok jadi ngomel-ngomel mas!?"

"Et, iya yah!"

Kita kembali...
Pokoknya kontrakan itu dibangun dengan standar kemanusiaan ala masyarakat beradab negri maju lah!

Dan dia juga bercerita, selama empat tahun kami tidak bertemu itu, dia sudah empat kali bolak-balik Jakarta-Tokyo! (Wow...Koprol)

"Saya sekarang tinggal ibadah aja mas, ikut pengajian, jadi penyumbang tetap di beberapa rumah yatim-piatu." Ujarnya.


2. Kisah penjaga toko dengan gaji Rp.5000/hari.
Salah seorang murid saya di Kelas Pelatihan Teknisi Ponsel yang saya buka, Pak Toto namanya....beliau adalah guru di salah satu SMP Internasional. Pak Toto mengangkat seorang karyawan untuk menjaga kios ponsel-nya selama dia mengajar. Seorang anak remaja yang rajin dan mau prihatin... "Yang penting saya bekerja" katanya. 
Tokonya terbilang belum ramai karena baru buka. 
Setiap uang hasil penjualan disimpan dalam kaleng bekas biskuit.
Pak Toto memberi kepercayaan penuh pada anak jujur itu. 
"Nanti, kalau mau pulang, ambil uang dari kaleng seperlu kamu yah." Begitu perintah pak Toto setiap hari pada anak itu.
Dan taukah pemirsa? Anak itu hanya mengambil Lima Ribu Rupiah! Setiiiap harinya! Luar Biasa!

Suatu hari anak tersebut di-titip amanah oleh baba haji pemilik tanah kosong di seberang kios pak Toto tersebut.

"Tong, ini gua nitip tanah ama lu, kali-kali ada yang mau nawar tanah gua. Dari gua lima ratus rebu per meter, terserah lu mau nawarin berapa tong, gua redo."

"Iya Beh."

Karena rajin anak itu membuat papan iklan sederhana DIJUAL, dan ditambahkan nomor telponnya disana.

Tak sampai seminggu, tanah seluas dua ratus meter persegi itu dibeli orang yang baru kegusuran! Dan tanpa ditawar!

"Berapa semeter?"

"Enam ratus rebu pak."

"Ya udah saya beli, ada nomor rekening ga? Saya transfer yah uangnya sekarang!

Ke rekening bos nya (Pak Toto) uang tersebut ditransfer. Setelah itu dibagi-bagi...Seratus Juta buat baba haji, Dua Puluh Juta buat anak jujur itu. Tanpa ribut, tanpa ada yang iri lalu minta jatah, dan tanpa pamrih-pamrih lainnya. Semuanya tulus.

3. Kisah teman dengan hutang Rp.350.000.000,- nya!
Teman saya...Mang Ebi, dulunya adalah distributor besar aksesoris ponsel. Setelah lima tahun menghilang, kabarnya menjadi distributor utama aksesoris ponsel di daerah. 
Tiba-tiba nongol di toko saya...dan jadi rutin datang ke toko saya. Datang pagi-pagi buta, pulang setelah malam pekat....setiap hari begitu. 
Setelah hampir seminggu berlalu dia baru bercerita bahwa dirinya sedang buron! Usahanya di daerah diambil orang lain...singkatnya: Rekan bisnisnya yang biasa berdua dengannya menjadi "motor" usaha, tiba-tiba mengajak orang lain masuk. Memang orang baru itu terbilang banyak uang, tapi alasan utama rekannya ternyata bukanlah itu...tetapi...karena mereka saling suka...saling jatuh cinta....sesama jenis...alias homo. Mang Ebi akhirnya keluar. Bukan karena jijik, tapi karena sudah mulai terusik cara dan gaya-nya menjalankan laju perdagangan yang sedang kencang-kencangnya itu, oleh kehadiran "pacar" rekannya itu.
Singkat cerita...usaha itu setelah ditinggalkan mang Ebi, karena asik urusan "suka"...akhirnya bangkrut hanya dalam waktu sekian bulan! Tapi yang anehnya...mereka membebani kerugian sebesar Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah pada mang Ebi. Mulai dari tagihan-tagihan pembayaran barang, sampai hutang ke bank sekitar Dua Ratusan Juta Rupiah.
Dan lebih aneh lagi mang Ebi memilih "kabur" ke tempat saya. 

Setelah berjalan beberapa minggu...
yah begitulah...dia menjadi - seperti - seolah-olah karyawan di toko saya. 
Kadang dia melayani pembeli sebisa nya dia. Yang menurut saya...luar biasa cara dia melayani dan "merayu" pelanggan. Dia bisa membuat semua pelanggan pulang tersenyum...karena motonya...mau bagaimanapun kondisi datangnya pembeli atau pelanggan, pokoknya keluar dari toko ini harus tersenyum! 
Hebat!

Setelah sebulan, pas pada saat kelas pelatihan teknisi ponsel gelombang selanjutnya berjalan, dia bilang pada saya: 

"Kaan, boleh ga saya ikut belajar."

"Serius mang Ebi, mang Ebi tangannya tangan distributor lho, bukan tangan tukang, apa ga salah mau turun pangkat jadi tukang servis?"

"Serius Kaan, mudah-mudahan ini jalan saya!"

Setelah beberapa bulan kursus, dia menjadi murid terpintar saya dari yang pernah ada. Semua materi diserap habis. Tak banyak tanya, di kelas dia hanya sering berkata: "Oooh" dan "Oooh" Seolah terjawab apa yang menjadi pertanyaannya selama ini. 
Tak heran memang, karena selama ini posisinya hanya memerintah, melihat atau me-manage teknisi-teknisi ponsel yang bekerja di tempatnya. Jadi apa yang dilihatnya di kelas bukanlah hal asing, ditambah lagi dengan teori & latihan...jadilah..."Oooh." Tapi yang mengherankan...setiap latihan, selalu yang dia tanyakan saya: 

"...yang paling sulit itu apa Kaan?" 

Di setiap materi latihan! 
Dan itu langsung dia latih dengan keras, ngotot & penasaran!


Setelah mantap merasa bisa, akhirnya dia pamit untuk bekerja di kampung istrinya sebagai teknisi ponsel. Pertimbangannya...dikampung istrinya itu belum banyak saingan. Setelah bekerja beberapa bulan, karena pembagian hasil tidak adil, akhirnya dia keluar.

Tak menyerah!
Dengan modal nekat, pinjam kiri-kanan, dia buka kios Servis Ponsel seadanya. 
Kios selebar dua meter kali satu setengah meter berdiri dengan dinding & pintu papan kayu model warteg.....di perempatan jalan yang sepi tak ada bangunan apapun...juga dengan biaya sewa tanah yang murah sekali. 

Saat saya diundang ke kios barunya itu, saya tanya: 

"Mang Ebi, apa alasannya buka di tengah hutan begini?"

"Saya denger katanya di seberang nanti mau di bangun minimarket besar Kaan, lagi pula dimana-mana perapatan setau saya mah rame aja." Jawabnya yakin.

Enam bulan kemudian saya datang lagi, benar saja...sudah ada minimarket besar di perempatan itu, sudah ada beberapa warung makanan dan pangkalan ojek. Dan kios-nya mang Ebi sudah berubah dari kayu menjadi tembok dengan roling door nya. 
Setahun kemudian saya datang lagi, kali ini kiosnya sudah berubah menjadi toko, empat kali lebih besar dari awalnya. Dan yang lebih hebat...sudah punya sendiri! Tanahnya sudah dia bayarin!
Dan masih ada yang lebih hebat lagi...karena dia pertama buka disitu, dia jadi akrab dengan orang-orang disitu, mulai dari warga sampai pejabat-pejabat sekelas lurah, camat, polisi, tentara, dll, dsb...dia mulai bangkit Percaya Dirinya. Lalu dipanggilnya orang-orang yang mencarinya, penagih "hutang", yang sudah bertambah menjadi belasan orang. Di cicil satu per satu sampai akhirnya lunas semua? Belum!  Belum lunas semua! Masih ada satu yang besar, yaitu pada bank sekitar dua ratusan juta. 
Tapi akhirnya selesai dengan cara yang aneh!

Ada benang merah dari ketiga kisah diatas. Yaitu....Bekerja! 
yah..Kerjakan Saja!

Pertanyaannya, apa yang me-motifasi mereka untuk bekerja!
  • Kesulitan Hidup kah?
  • Mengisi waktu kah?
  • atau Hutang kah?
Bisa jadi seperti itu, tapi ada ruh dari keadaan-keadaan itu. Ruh yang me-motivasi mereka untuk terus bekerja, untuk bangkit, untuk yakin mereka bisa berhasil! Ruh itu yakni Harga Diri! Menghargai Diri Sendiri yang sesungguhnya! 
Sampai mereka tidak mau menyerah! 
Tidak memilih untuk bermalas-malasan!
Bahkan tidak mau mengemis me-lara-duka!

Karena tidak mungkin orang yang gampang menyerah (baca lemah), mau terus bangkit saat badai menerpa dirinya yang tengah sekarat untuk bangkit!

Karena tidak mungkin orang yang malas, yang pasti santai dan boros, bisa bertahan dalam keprihatin nan perih!

Karena tidak mungkin orang yang bermental pengemis, yang tak mau bersusah-susah...dapat menghargai hal-hal kecil semisal uang receh , apalagi janji!

Harga Diri yang Sejati hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang di didik oleh orang-tua nya tentang Harga Diri! Tak bisa dimiliki dengan serta merta! Dengan spontan? Tidak Bisa!
Lalu lihat-lah santun-laku, cara bicara, cara berpakaian, cara pikir, cara tindak anak-anak kita?
  • Apakah kita hanya mengajarkan...memberikan apa yang mereka minta! (Memanjakan!)
  • Sadarkan kita telah mengajarkan anak bicara teriak-teriak! Makan minum sambil berdiri! Melengos bak sapi di depan orang tua dan guru! (Pembinatangan!)
  • Sadarkah kita telah mendidik anak kita untuk tak bertanggung-jawab...dengan hanya memberi pujian, apresiasi atau aplause pada jabatan tinggi, mempunyai sesuatu yang mahal  atau mendapatkan uang yang banyak tanpa menghiraukan prosesnya! Seolah-olah hasil-lah yang utama! Proses tidak penting! (Budaya Instan!)
  • Atau kita ikut andil membuat generasi monster dengan memberikan makan anak-anak kita dari uang hasil catut, merubah nota (mark-up), kadalin orang, menipu, sampai mencuri!
Tengoklah!....Masa anak di pelihara sama pembantu! Ibunya kemana! Bekerja! Tak ada pengorbanankah untuk membesarkan anaknya! Menimang anaknya  pun..yang jelas-jelas timangan itu mencerdaskan & menguatkan empati si anak...diserahkan pada Pembantu yang mengharapkan gaji!
Ga nyambung boss!!

Masa lantaran alasan takut melahirkan, apalagi takut masalah "kerapatan", lalu anak direncanakan lahir cesar? Taukah dia bahwa pilihannya untuk cesar akan menjadikan anaknya rentan terhadap penyakit!

Masa super imun yang bernama ATI (Air Tetek Ibu) karena alasan tak jelas diganti susu kaleng!

Lalu bagaimana ketidakperdulian kita itu bisa menghasilkan penerus yang berharga-diri?
Jangan Mimpi!

Lalu siapa penggerak Ruh Harga diri tersebut!

Tak lain tak bukan jawabannya adalah ALLAAH!


Kita teruskan ketiga cerita diatas...

Saya sempatkan bersilaturahmi ke rumah pak Yanto yang baru itu. Setelah lama ngobrol ini itu saya tanyakan padanya.

"Menurut bapak, kalau di inget-inget, kira-kira amalan apa yang pernah bapak lakukan, yang membuat bapak seperti ini?"

"Kalau saya inget-inget, waktu saya jualan dulu, saya sering sekali shalat dua rakaat sebelum subuh mas. Itupun karena saya ga bisa tidur dirumah...karena rumah kontrakan waktu itu super kecil...buat saya, istri dan anak-anak aja udah ga muat mas, belom kalo dateng keluarga nginep...akhirnya saya tidur di Musholla. 
Ga enak numpang tidur tiap hari...yah saya sebelum subuh udah bangun, terus shalat sunnah dua rakaat. 
Terus saya sempet denger ceramah di Musholla itu...“Shalat Sunnah dua rakaat sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya!" 
Sejak itu saya ga pernah ninggalin shalat itu....itu kalau seinget-inget saya mas....tapii yaah..semuanya dari Allaah mas."



Tentang anak jujur itu,  pak Toto pernah cerita pada saya, 
"Emang pantes banget tuh anak dapet rejeki nomplok mas Kaan, soalnya orangnya sayang banget sama keluarganya, sama tetanga-tetangganya...apalagi sama ibunya...sayang bangeeet.
 Segitu aja kemaren dia ga lupa tuh nraktir tetangga-tetangganya, malah sampe nyumbang ke Musholla di situ juga.
Anaknya tuh ringan tangan banget...seneng bantuin orang, kaga pernah ngeluh. Apalagi kata minta..kaga pernah dia mah...
Emang orang tuanya waktu ngebesarinnya juga ngutamain agama banget sih mas, makanya akhlak tuh anak cakep banget!"



Lalu kisah mang Ebi, tentang bagaimana hutangnya di Bank bisa selesai dengan cara aneh?!

Mang Ebi pernah bilang pada saya, "Saya malu banget sama Allaah, Dia selalu bantu saya, tapi saya masih begini aja!"
Sambil menjalankan usaha barunya, mang Ebi tak pernah meninggalkan shalat, malah mang Ebi mulai membaca buku-buku Islam. Suatu hari dia membaca buku tentang sedekah, dia sangat tertarik setelah tau bahwa Allaah membalas sedekah seorang hamba itu...10 X sampai 700 X lipat. Lalu dia penasaran...dan dia praktekkan!
Jadilah mang Ebi mulai rajin sedekah.

Suatu saat mang Ebi dijemput orang-orang bank. Dia diminta untuk datang ke bank dan membuat surat pernyataan. Mereka pun kini tak berani memandang sebelah mata pada mang Ebi, dia dijemput seperti aparat menjemput koruptor, manusiawi dan penuh santun. Tak seperti menangkap copet atau maling ayam yang kasar dan jauh dari prikemanusiaan. 
Mang Ebi memang seperti "menantang" pihak bank. Awalnya dia telpon pihak bank yang mencari-carinya itu, pertama sempat kasar juga bicaranya pihak bank, tapi mang Ebi tak terpancing, dia malah mengundang mereka untuk datang ke tokonya yang baru itu. 
Saat pihak bank datang...model-model jagoan geto...sekitar enam orang, kebetulan di toko mang Ebi ada Pak Kapolsek, Pak Camat dan Kepala Koramil sedang membahas acara bakti sosial bersama mang Ebi. 

"Otomastis jadi pada sopan semua tuh tampang-tampang sangar
 Padahal "kepala-kepala" itu tidak sedang berpakaian seragam lho!
Tajem juga yah penciuman mereka!
Tapi...kenapa sama orang kecil ga bisa otomatis sopan yah?
Iya..yah...
Jadi bingung." (#merenung.com)

Dengan santai mang Ebi berkata pada mereka: 
"Abang-abang liat....ini toko saya, saya mulai dari nol, 
biar abang-abang tau kalo saya bener-bener pengusaha! 
Bukan Penipu! 
Coba cek di bank...
pernah ga saya telat pembayaran bulanan pinjaman toko dulu? 
Abang-abang periksa dah! 
Terus kenapa saya keluar dari toko...
ujuk-ujuk saya yang nanggung semua utang toko itu! 
Nih yah bang!! Sekedar abang-abang tau jiwa saya yah nih...
Saya mah takut banget mati bawa utang! 
Biarinlah disini saya tau-tau jadi buronan abang-abang! 
Tapi kalau saya ga bisa bayar, 
biar abang-abang matiin saya juga..
tetep aja bank ga dapet duitnya! Ya kan?"

"Bener bang," jawab mereka.

"Nah, mangkannya saya pentingin usaha dulu, 
saat saya udah bisa nyicil...
saya hubungilah bank kemarin!
Nomornya masih saya simpen koq!
Kalau saya niat nipu mah...
ngapain saya hubungi bank lagi! Ya ga?!

"Iya bang." jawab mereka lagi.

"Jadii...saya bukan kabur yah bang! 
Maaf nih..
Tapi saya cari solusinya bagaimana."


Singkat cerita, berangkatlah mang Ebi ke bank bersama para debt-kolektor itu.

"Kita ke atas pak." Kata mereka pada mang Ebi, sambil mengarahkan mang Ebi menuju tangga ke lantai dua. 
Saat menuju tangga, di tengah lobi bank, tiba-tiba ada seorang kakek-kakek bertongkat lewat, keadaannya payah sekali, seperti ke-cape-an, dan hampir terjatuh.
Spontan mang Ebi...satu-satu nya orang saat itu yang memperhatikan si kakek yang hampir jatuh...
menolong si kakek, menahannya agar tidak terjatuh, lalu memapah kakek itu dan mengantarkannya ke bangku terdekat. 
Tak lama kemudian berlarian para karyawan dan manajer bank itu...
"Ga apa-apa pak?" Tanya manajer bank pada kakek itu. 
Manajer itu pun melirik mang Ebi...mang Ebi dan manajer bank itu saling kenal, malah sempet akrab karena urusan kredit toko yang "sukses" dahulu.

Tiba-tiba kakek itu bertanya:
"Kamu siapa nak?" Pada mang Ebi.
"Ini pak Ebi, yang kita bicarakan tadi pak" potong manajer bank pada kakek itu.
"Ohh...kamu tolong dia yah...Anak baik ini." Kata kakek itu pada manajer bank.
"Baik pak" jawab manajer itu dengan gugup.
Sempat terlihat juga oleh mang Ebi, kakek itu juga berbicara pelan sekali...seperti bisik-bisk pada manajer bank itu.

Saat pertemuan di atas, hanya tinggal mang Ebi dan manajer tadi. Para Penagih yang rencana mau ikut "membicarakan" entah hilang kemana. Pelayanan pun jadi Plus...karna ada pegawai bank yang mengantarkan minum segala...untuk mang Ebi.
Manajer bank itupun tampak sibuk mengurus surat-surat ini itu. Dia lebih terlihat seperti orang yang sedang dapat tugas mendadak, daripada terlihat seperti orang yang tengah menunggu kedatangan "buronan"nya.
Belum habis kebingungan mang Ebi, manajer itu berkata:

"Pak Ebi, silahkan tanda-tangan disini, ini surat pemutihan utang pak Ebi. Tadi bapak pesan begitu."

"Lho bapak yang mana?"

"Itu yang tadi mang Ebi tolongin."

"Kakek-kakek barusan?!"

"Iya..."

"Emang kakek itu siapa?"

":Dia yang punya bank ini."

"MasyaAllaah...
Alhamdulillaah, Alhamdulillaah, Alhamdulillah."
--------------------------------------------------------------
Bersambung




















Tuesday, October 16, 2012

Jangan nikah sama orang Stress!


Stress secara bahasa berarti Tegangan, Tekanan, Titikberat.
Ada juga yang mengartikan stress dengan frustasi, malah ada yang mengartikannya dengan gila!
Uraian dari kata tegangan atau tekanan mungkin sudah sering dibahas. Saya akan membahas dari pengertian titikberat, atau menitikberatkan, atau sederhananya memberatkan pada...

Tuesday, September 18, 2012

Bebas seX




Tulisan berikut untuk 25 tahun keatas.. 
Tidak untuk dibaca oleh ibu-ibu hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada janin. 
Apalagi pengangguran, ditakutkan tambah stress.


Friday, September 14, 2012

Kurang Satu Jurus


Mencintai itu mulia.
Mencintai yang dicintai oleh yang kita cinta itu lebih mulia.
Dan bicara Cinta, yah pastinya...syarat & ketentuan berlaku!
-Harus sesuai dosis dan bila sakit berlanjut silahkan hubungi Dokter Cinta/Guru/Mursyid anda.
-Pengecualian bagi yang tidak punya Guru, karna Gurunya pasti Syaithan.
-Cinta bisa diminum siapa saja.
-Cinta tidak pernah salah, bila terjadi kesalahan maka ada apa dengan Cinta? 

Kita kembali...
Mencintai itu mulia.
Mencintai yang dicintai oleh yang kita cinta itu lebih mulia.

Mencintai Allâh semua orang bisa!
Mencintai Rasulullâh Shalallâhu'alaihiwasallam TAK semua orang bisa!

Yang paling Allâh cintai adalah Baginda Rasulullâh Muhammad Shalallâhu'alaihiwasallam!
Yang namaNya disandingkan dengan namaNya!
Penutup para Nabiy & para Rasuul!
Pemimpin para Nabiy & para Rasuul!
Nabiy akhir zaman!

Hadist dari Umar Ibnul Khattab Radiallâhu'anhu:
"Setelah Adam 'alaihissalam berbuat dosa ia berkata kepada Tuhannya:
"Ya Rabbi, demi kebenaran Muhammad aku mohon ampunan-Mu". 
Allâh bertanya (Allâh maha mengetahui semua lubuk hati manusia, Dia bertanya ini agar Malaikat dan makhluk lainnya yang belum tahu bisa mendengar jawaban Nabiy Adam 'alaihissalam): 
"Bagaimana engkau mengenal Muhammad, padahal ia belum kuciptakan?!"
Adam 'alaihissalam menjawab:
"Ya Tuhanku, setelah Engkau menciptakan aku dan meniupkan ruh kedalam jasadku,
aku angkat kepalaku. Kulihat pada tiang-tiang 'Arsy termaktub tulisan Laa ilaaha illallâh Muhammad Rasulallâh. Sejak saat itu aku mengetahui bahwa disamping nama-Mu, selalu terdapat nama makhluk yang paling Engkau cintai". 
Allah menegaskan:
"Hai Adam, engkau benar, ia memang makhluk yang paling Kucintai. Berdo'alah kepada-Ku bihaqqihi (demi kebenarannya), engkau pasti Aku ampuni. Kalau bukan karena Muhammad engkau tidak Aku ciptakan." "

Yang paling Allâh cintai adalah Baginda Rasulullâh Muhammad Shalallâhu'alaihiwasallam!

Dan Baginda Rasulullâh Muhammad Shalallâhu'alaihiwasallam mencintai ummatnya!

Semua manusia, bahkan hewan & tumbuhan yang ada dimuka bumi ini, sejak diutusnya Baginda Rasulullâh Muhammad Shalallâhu'alaihiwasallam ke dunia ini, adalah ummatnya 
Baginda Rasulullâh Muhammad Shalallâhu'alaihiwasallam!

Itu sebabnya orang-orang jahil, anak-anak badung itu ga sukses-sukses usahanya:
-Mau jadi polisi dunia gagal!
-Mau nyebarin perdamaian, tapi malah nyebarin senjata juga!
Malah ngenalin Bom Atom & Rudal pula!
-Mau jadi panutan satu dunia tapi malah dibenci!

Karena mereka kurang satu jurus lagi,
"kurang atuuu doang...
apasih yang atuu itu?
eng ing eengg...ini dia:
MENCINTAI Rasulullâh Muhammad Shalallâhu'alaihiwasallam.





With Love
-Kaan Kahfi-  

Thursday, September 13, 2012

Kisah Cengkeh


Seorang petani cengkeh, rela bersusah payah memungut satu-satu, seperti ayam, ratusan cengkeh keringnya yang tumpah ke jalan karena tertiup angin.
Sebab apa?
Karena harga cengkeh sedang tinggi.
Cengkeh berharga.

Akan begitu pula dengan Iman, atau keyakinan, atau "faith".
Dengan menghinakan diri dipungut iman itu satu-satu dari tempat tersebarnya.
Susah Payah & Tiada Henti.
Karena baginya iman itu sangat berharga.

Seseorang dengan:
Kepintaran bak Sarjana S7,
Kecantikan bak Ratu Sejagat,
Kehebatan bak Panglima Angkatan Perang Negara Adikuasa,
Kepiawaian bak Orator Pengusung Revolusi,
Kesucian laksana bayi....pun, tak akan...
dan tak akan membuat seseorang itu menjadi Tuhan.
Mereka tetaplah hamba!
Kita semua hanyalah hamba.
Yang LEMAH & HINA!

Hina! Karena Pujian hanya utk Allâh!

Lalu lucu...
Si-Hina ini mau tau tentang Ke-Agung-an Tuhan!
Mau menyimpulkan standar Penciptaan Alam Semesta!
Mau memaksa ibadah & amal-amalnya menghantar dia ke Jannah (Surga)!
Bahkan berani menganggap dirinya sudah benar, lalu menganggap orang lain salah atau sesat!
Seolah dia tau perkara Ghaib Surga-Neraka-nya seseorang?


Yang Malaikat Pencatat Amal-pun...yang senantiasa mengikuti kita...Tidak Tau!
Ck..Ck..Ck..
Benar-benar menggelikan!

Dan lalu...

seharga apa iman kita?
Cengkeh?
Roll Royce?
Kastil?
Pakaian dalam?

Hanya Allâh Yg Tau!

Jadi PD lah, teriaklah sekuat-kuatnya, katakan: 
"Oh Allâh Engkau Maha Agung, aku maha hina!"

Ga mau?!  Tengsin?!  Dalam hati berkata: "Apaan sih?!"

Itulah Kesombongan!
Itulah Kehinaan!

Yang mungkin hanya dapat diobati dengan memungut "cengkeh".



With Love
-Kaan Kahfi-  

Tuesday, September 4, 2012

STOP KEGANASAN!!! (ganas bukan nanas)


Bila setiap PERBEDAAN harus berujung PERMUSUHAN atau PEPERANGAN!
Maka Suami-Istri adalah yg akan paling sering PERANG!

Ternyata tidak, mereka malah saling menghormati perbedaan yang ada, malah saling membutuhkan! Karena ada kepunyaan istri yang suami tidak punya, yang sangat nikmat dan sangat disukai sang suami. Begitu pula sebaliknya. Baik itu kelembutan, perlaku
an, tutur-kata, pemikiran, perasaan, sampai "pertigaan".

"Mau diadu gimane juga, di dunia ini masih lebih banyak kisah perkawinan yang langgeng daripada kisah kawin-cerai model selebritis!"

Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

Qalbu adalah cermin, yang akan memantulkan apapun yang ada dihadapannya seperti apa adanya cermin itu.
Bila ia kebencian maka seindah apapun sesuatu dihadapannya akan digambarkan sebagai kebencian!
Bila ia keindahan maka seperti apapun kebencian itu tetap digambarkan sebagai keindahan!
Lalu bagaimana bila ia Keutuhan? Kebersamaan? Ke-ber-satu-an?

==================================
UNTUK TEMAN-TEMANKU TERSAYANG:

Mari kita galang, kita sebarkan:

gerakan SATU INDONESIA.

KATAKAN "TIDAK!!!" PADA PERMUSUHAN, PERTIKAIAN, 
PEMECAH-BELAH BANGSA INI!!!

"STOP KEGANASAN!!!"

Acuhkan Pendapat-Pendapat kontroversial di media, 
mau dia seorang ahli ini, ahli itu, siapapun dia!

Bila bicaranya, ajakannya adalah benci, marah atau ribut...Jauhkan!!! 
Mereka cuma cari sensasi. 
Percayalah...bila sampai terjadi kerusakan akibat ulah perkataan mereka, 
mereka tak akan mampu memperbaikinya!!!
Bila itu di radio...JANGAN DENGAR!!!

Bila itu di TV...JANGAN TONTON!!!

Bila itu di Internet...JANGAN KLIK!!!

Bila itu Undangan...JANGAN DATANG!!!


BUKAN UNTUK BERTIKAI LELUHUR KITA BERJUANG MENDIRIKAN NEGARA INI! 
TAPI UNTUK BERSAMA DALAM PERBEDAAN!
MERDEKA DALAM SATU KEBANGSAAN!
=====================================

Jangan lupa kita manusia punya sifat lalai, tergesa-gesa, cepat mengeluh, lemah & ganas!

"Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. AL-Hajj: 40)

Mari STOP KEGANASAN !!
STOP GANAS!!

Mari kita mulai untuk saling menyayangi! 
Bayangkanlah bila kita berada di suatu planet tak berpenghuni, bersama dengan orang yang kita benci, hanya berdua saja!

Bagaimanapun, perbedaan sudah ada dan akan selalu ada.

Hanya mereka yang berkedewasaan sejati-lah yang siap berbeda, lalu saling menghormati & menyayangi dalam perbedaan itu, seperti suami-istri.




With Love
-Kaan Kahfi-  

Thursday, April 19, 2012

Teman apa Teman?


Dalam pertemanan sering kita mendengar "Kita sih asik-asik aja!" Sepintas begitu adanya, seolah-olah memang benar semuanya asik-asik aja. Padahal belum tentu demikian keadaan sebenarnya. Bisa jadi yang satu asik sementara yang lain tidak, atau bisa jadi semuanya asik tapi kadar asik nya berbeda-beda, dan perbedaan itu pasti adanya!
Penilaian atau argumen tentang "ke-asik-an" hubungan dalam suatu pertemanan sesungguhnya masih berupa "DO'A" atau malah kasarnya masih "SEOLAH-OLAH".
Setelah mereka dapat melalui setiap konflik yang terjadi dengan kembali bersama & kembali mesra, masuklah pertemanan itu dalam status Teman Dekat.
Lalu bila mereka saling memperhatikan, saling berbagi & saling perduli, pertemanan mereka masuk dalam status Teman Sehati.
Selanjutnya mereka bisa begitu cocok, sampai-sampai selera mereka sama, atau bila memilih sesuatu sering sama, mau milih makanan, baju atau "apalah"...pasti sama! Kalaupun selera mereka jauh berbeda, mereka bisa tau suatu barang itu atau "apalah itu" pasti akan disukai oleh temannya,
"Pasti dia seneng banget nih!"
Dan lebih ekstrim lagi sampai-sampai mereka bisa tau kalau temannya sedang sakit atau sedang berduka! Kerasa banget! Yang begini statusnya Teman Sejiwa.

Lalu mana yang terbaik? Teman Dekat atau Teman Sehati atau Teman Sejiwa?

Yang terbaik adalah Teman Sejati! Lho?!

Yahh...mau itu Teman Dekat atau Teman Sehati atau Teman Sejiwa, semuanya masih perlu keterangan tempat & waktu. Maka tak heran ada cerita:
"Dulu kita deket banget, sekarang ga lagi, sekarang dia laen banget!"
"Dulu dia temen deket gue, terus kita rebutan pacar sampe akhirnya kita musuhan sampe sekarang!"
"Kita pernah deket, tapi sejak dia nipu gue, gue ga mau ketemu dia lagi."
"Waktu kuliah kita akrab banget, tapi sejak kerja sampe akhirnya pada nikah, ga tau lagi tuh kabarnya."

Jadi... mau itu Teman Dekat atau Teman Sehati atau Teman Sejiwa...masih perlu pertanyaan:
"Pernah begitu atau sampai sekarang begitu?"

Tapi untuk Teman Sejati, mereka "tembus" tempat & waktu! Karena yang memisahkan pertemanan mereka hanyalah Kematian. Dan ini menjadi syarat utama untuk dikatakan Sejati! Berteman sampai mati, hingga hanya sejarah hidupnyalah yang menyebutkan mereka adalah Teman Sejati!
Tidak dikatakan oleh pelakunya! Tapi diceriterakan oleh sejarah!
Oleh cerita orang-orang, keluarga, anak-anak bahkan cucu cicitnya!

Ingat kisah grup lawak legendaris Indonesia "Warkop", Dono Kasino Indro? (Sekarang tinggal Indro, Dono dan Kasino sudah meninggal dunia) Pertemanan mereka benar-benar sampai mati! Kita semua tau, mereka tidak berpisah, tidak pecah atau tidak bubar apalagi sampai musuhan. Saya malah sempat mendengar penuturan Mas Indro pada salah satu acara talk-show di salah satu TV swasta, bahwa mereka sejak pertama membentuk "Warkop" telah berkomitmen untuk selalu bersama dalam "Warkop", apapun yang terjadi dan seperti apapun rintangan yang akan dihadapi, mereka akan hadapi bersama-sama. Bersama sampai mati! Sampai-sampai anak-anak mereka bertiga juga sudah seperti satu keluarga, seperti punya tiga orang tua. Dikisahkan oleh mas Indro juga kalau almarhum mas Dono pernah ditawarkan bea siswa untuk kuliah ke Amerika, tapi ditolaknya karena beliau sudah komit untuk di "Warkop".
Luar biasa! 
Mereka berkomitmen,
lalu di uji komitmen mereka,
dan mereka berhasil mempertahankan komitmen mereka.


Tindakan apakah yang membuat suatu pertemanan bisa sampai pada derajat seperti itu?

1. Teman Sejati didapat karena menggunakan dasar pertemanan tertinggi yaitu "SALING MENGHORMATI!"
dengan formula:

saya X, tapi Xku tak mau mengganggu Xmu!

Gantilah X dengan nilai rasa yang baik! maka di dapat:
saya senang, tapi senangku tak mau mengganggu senangmu! 
saya bebas, tapi bebasku tak mau mengganggu bebasmu!  
saya bahagia, tapi bahagiaku tak mau mengganggu bahagiamu! 
saya asik, tapi asikku tak mau mengganggu asikmu! 

Bukan formula saling menghormati dengan perhitungan untung rugi, saling memanfaatkan apalagi ada maksud-maksud uang!
Malah formula saling menghormati yang dipakai cendrung ke arah mengalah untuk mendahulukan kehormatan temannya!
Jauh dari prasangka apa lagi sensi ga jelas, karena syarat untuk seseorang bisa menghormati orang lain terlebih-dahulu telah menghormati dirinya sendiri!

Saya bisa tunjukkan,
anda pun bisa tunjukkan contoh pertemanan seperti ini.
Beberapa kisah yang saya ingat:

Seseorang jauh-jauh datang menemui temannya, setelah mengetuk pintu, disambut oleh orang suruhan yang mengatakan "Maaf kata tuan beliau sedang tidak mau di ganggu." Lalu orang tadi balik pulang, menerima dengan legowo, hanya berkata "Oh Maaf, sampaikan salam saya pada tuan yah. Tolong sampaikan kangen saya padanya." Dia tidak marah, tidak teriak-teriak memaki, tidak tersinggung bahkan tidak menganggap itu masalah.

Seorang bertanya pada temannya yang kebetulan masih berhutang uang padanya 
"Bro, lu kayanya ada masalah? Tampang lu jelek banget. Masalah apa sih Bro? Soal duit lagi yah?" 
Lalu temannya menjawab "Iya nih Bro, lagi abis-abisan banget gua."
"Hmmm...Ini lu pake dulu deh duit gua, kebetulan tadi gua dapet rejeki lebih, sekarang gua minta lu buang tampang sedih lu, ga asik banget gua nge-liat nya!"


Seseorang menegur temannya:
"HP lo kenapa sih? Gue telpon, sms ga pernah di jawab?
"HP gue ga apa apa, waktu gue mau angkat telpon lo...HP gw lowbatt, 
pas gue mau nelpon balik... pulsa gue abis. Pas besok nya ada pulsa...gue lupa! 
Kelamaan lupa jadi ga enak! Akhirnya gue tunggu ketemu lo aja deh, gue yakin pasti lo nemuin gue."
"Hmmh kelakuan! Gue kira lo kenapa-kenapa? Tapi lo baik-baik aja kan?
(Ga bikin berantem atau marahan atau ngambek, santai aja, ngertiin banget!)

2. Teman Sejati didapat dengan kekuatan menjaga KOMITMEN. Perjuangan terus menerus untuk menjaga komitmen. Kesetiaan pada komitmen.

Soal komitmen, ini adalah urusan orang-orang dewasa. Hanya orang dewasalah yang bisa berkomitmen. Karena orang itu harus mengerti atas alasan apa dia berkomitmen, bisa memilih dengan siapa dia berkomitmen, dan siap bertanggung-jawab dengan komitmennya. Ga asal jeplak!
Kalau setengah orang atau orang belum jadi atau anak-anak, mereka bukan berkomitmen tapi "sedang belajar" untuk berkomitmen, jadi ga usah bicara kesejatian dulu lah! It's Hurt Baby!
Bisa-bisa terjadi pepatah "Menelan Ludah Sendiri!",
malah bisa "CALAS" (Cari cari alasan terus, menutup alasan satu dengan alasan lain!),
atau "LELU" (Nge-les melulu!).

3. Teman Sejati didapat dengan ketulusan, Nothing To Lose. Tulus yang sampai-sampai mau susah untuk temannya, siap susah untuk temannya, bahkan rela berkorban untuk temannya. Tanpa maksud maksud tersembunyi. Malah tak sedikit yang tulus karena Allah Azza Wa Jalla.


Setiap manusia waras pasti mendambakan pertemanan seperti itu, yang membuat merinding kagum, membuat terharu hingga air mata jatuh menetes, sampai tak sedikit membuat berdoa: "Ya Allah, Tuhan Yang Satu, Yang Maha Pengasih & Maha Penyayang berikanlah aku persahabatan yang sejati."

Tapi tidak demikian dengan mereka yang hidupnya asal-asalan, sekedarnya saja.
Atau dengan mereka-mereka yang ada penyakit di hatinya entah itu penyakit penghianat dan lain sebagainya. Atau dengan mereka-mereka yang egois, yang pusat cinta dan tindakan kebaikannya adalah dirinya sendiri. Akan sulit bercerita tentang kesejatian atau mengharapkan "kedekatan" pada orang-orang seperti ini!
Jauhilah orang seperti itu dengan cara baik-baik, bila tidak ingin suatu hari kelak terjadi saling menyakiti dan saling merugikan!
Jangan berlebihan: Membantu mereka dengan harapan mereka akan berubah.
Karena perubahan itu baru akan terjadi bila subjeknya ingin berubah,
dan pula...hal hal bersifat rasa seperti ini tidak bisa terjadi dalam sekejap atau serta merta.
Itu adalah hasil bentukan dari proses yang panjang, sepanjang usianya! Sejak kelahirannya!
Seperti bagaimana didikan & teladan orang tuanya,
bagaimana lingkungan dan orang-orang "penumbuh"nya,
bagaimana "kejelasan" makanan yang menumbuhkannya,
sampai bagaimana doa-doa yang mengalir untuknya!

Pendeknya: Jangan terlibat! Biarkan saja! 
Dan Ingatlah, orang itu akan cendrung berkumpul dengan habitatnya!
Pejuang dengan pejuang, Kreator dengan Kreator, Seniman dengan Seniman, Pemabuk dengan Pemabuk, Pemalas dengan Pemalas, Penghayal dengan Penghayal, dst...

Terakhir:
Jangan sia-siakan bila telah mendapat teman baik yang benar-benar menginginkan anda untuk menjadi temannya (bukan menjadi musuh!)
Rawatlah teman seperti itu, karena bisa jadi anda tidak akan mendapatkan yang seperti itu lagi sampai anda mati!
Dan mintalah perlindungan, kelanggengan dan akhir yang baik pada Allah, RajaNya Manusia, Yang tidak dibatasi oleh kelemahan fisik karena Allah Tidak Serupa dengan Makhluk CiptaanNya!



 
ans!!