Tuesday, January 19, 2016

INDAH untuk INDAH




Keindahan telah diciptakan untukmu duhai pemilik hati nan indah...

Bukan ketidak-indahan!

Ketidak-indahan tak pantas untukmu,
ia tak kan mampu membahagiakanmu.
Walau berbagai upaya untuk menarik perhatian matamu...yang dibuat dan dipaksakan indah...
agar dilihat mata indah mu saja...
mencuri perhatian mata indah mu saja...
apapun itu...bila tidak membuat mata ini Tunduk, Takjub atau menangis rindu padaNYA...maka ia hanyalah buih-buih kesia-sia-an belaka.

Bulan, bintang, langit, awan, gunung, lembah, sungai, laut, bunga-bunga, warna-warna, bentuk dan wajah dan seluruh CiptaanNYA yang dapat dilihat...
membutuhkan mata untuk dikatakan...disebut...dipuji...indah.

Sebesar dan seluas-luasnya keindahan alam semesta ini diciptakan untuk dilihat mata dari setiap jiwa yang hidup...dihidupkan didalamnya...
sesuai waktunya, momennya, bagiannya...ketentuan/qadarNYA.

Sampai saat nya tiba,
dimusnahkannya segala keindahan alam semesta ini...
untuk mata ini melihat keindahan sejati...
WajahNYA.

Karena DIA Maha Terpuji.
DIA terus ciptakan makhluk untuk memuji DiriNYA.
DIA paling senang Dipuji.

Innalhamdalillah,
Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin,
hamdan syakirin,
hamdan yuwaafii ni'amahu
wa yukaafiiu maziidah.

Mata…Jendela Hati…dari hati yang indah akan selalu dilewati pandangan, penglihatan…masuk dan keluar…yang indah. Yang cepat kembali pada Allah!
Bila mendapati keburukan, maka dia cepat memohon kebaikan, ampunan dan keselamatan.
Bila mendapati kebaikan, maka dia cepat berterimakasih dan bersyukur dan memohon Keselamatan, Keberkahan dan RidhaNYA.

Begitu juga telinganya…pendengarannya! Pintu Hatinya!
Pintu hati yang tak pernah istirahat seperti hati nya…jantungnya…Kalbunya itu! Selalu mendengar walau dia tertidur! Selalu mendengarkan keindahan karena indah hatinya.

Hati yang indah…yang selalu bertaubat sehingga ia bisa bersabar dan bersyukur!
Kokoh ia!
Mapan ia!
Yakin dan Senang bersama TuhanNYA.

Maka Lisannya…karya hatinya…produk hatinya… ungkapan hatinya…adalah juga Keindahan!
Mungkin tak sekali kita temui pembicaraan atau tulisan seseorang yang "tak tahan" untuk membuka aib orang lain di ruang publik. Ada yang dengan dalih kebenaran, menasehati, protes, pamer kepintaran, mendulang "like", sampai yang bikin sensasi biar rame biar terkenal...ujung-ujungnya untuk memperoleh keuntungan sekian rupiah, sekian dolar.

Seolah tak tertahankan, padahal sudah puluhan kali dilatih "menahan yang boleh" selama sebulan penuh di bulan puasa.
Ya ini tanda begitu mudahnya kita lupa dan begitu cepatnya kita mengikuti keinginan diri sendiri, daripada keinginanNYA.
Walau kita tau Ghibah itu seperti memakan bangkai saudara sendiri.
Walau kita tau memfitnah itu lebih kejam dari membunuh. Karena keberadaannya, hidupnya, dan peluangnya untuk menjadi baik atau lebih baik pun ikut "dibunuh".

Hanya oleh "ke-iseng-an" saja!
Hanya oleh "ikut campur" saja!
Hanya oleh "me-lebih dari Tuhan-kan diri" saja!

Bagaimana tidak "iseng" alias "tidak serius"?!
Bila memang kita sungguh-sungguh/serius ingin memberi teguran atau nasihat atau protes tidak suka atau tersinggung...temuilah orang itu dan katakan padanya! Berdua saja atau ajak penengah atau saksi! Fair! Bukan dibelakangnya! Bukan malah disampaikan pada orang lain! Di ruang publik pula! Lalu bangkit ujub karena puluhan ribu orang yang "like"! Tak terbayang kah bila ternyata perbuatan itu Allah tidak suka? Mengundang MurkaNYA? Pada sekian puluh ribu pemilik jempol itu kita harus membuat klarifikasi! Membersihkan namanya yang telah kita rusak!

Bagaimana tidak ikut campur?!
Tau kah kita ada maksud apa dari Sang Pemberi Izin, Yang Maha Berkehendak menjadikan cerita hidupnya seperti itu?

Saat Allah menguji dengan kemiskinan karena padaNYA jua segala kekayaan! Kita punya apa?

Saat Allah menjatuhkan kita dalam salah dan dosa karena hanya padaNYA segala Kebenaran dan Ampunan! Kita mampu apa?

Saat Allah mematikan karena hanya DIA jua Yang Dapat Menghidupkannya kembali! Kita bisa apa?

Bagaimana tidak menjadi lebih dari Tuhan?!
Sedangkan Allah saja selalu tutupi aib kita! Kita malah membukanya!
Allah saja selalu siapkan jalan keluar, ampunan dan maaf! Kita yang belaga punya solusi tapi malah menambah rusak suasana...bikin gaduh! Lalu tak bagus pula akhirnya...ancur-ancuran Ending-nya!

Allah bisa merubah dia menjadi baik! Kita malah menutupi dan memastikan "tidak-mungkin!". 

Bukan ditutupi aibnya...malah disebar luaskan!
Enteng dan Lezat lisan ini mengumbar aib orang lain!

Memegang mandat, otoritas dari Negara atau dari Tuhan sebagai Penyelidik atau Penyelesai Masalah…Penolong…Penyelamat…PUN TIDAK!!!

Lalu banyak orang yang suka…sepakat, mengikuti, mencontoh, meneladaninya...terus dan terus sebanyak penggemar ke-tidak-baikan itu.
Ditambah dengan menyebar hasutan, fitnah dan penyamarataan pula! Maka semakin sempurnalah "dosa jariyah" nya.

Dari Muaz bin Jabal Radhiallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Radhiallahu'anhu bersabda:
"Barangsiapa memalukan saudaranya yang muslim dengan sesuatu dosa yang dia telah bertaubat dengannya, Allah tidak akan mematikannya sehinggalah dia sendiri terjerumus ke dalam dosa tersebut."
(Hadits Riwayat Imam At-Turmudzi)

Saudaraku...
Marilah kita memohon kepada Allah Azza Wa Jalla...agar diberikan akhlak yang baik dan dijauhkan dari akhlak yang buruk. Aamiin

Biarlah saat ini membicarakan aib orang, membuka aib suami/istri atau saudara atau keluarga atau teman di ruang publik dianggap biasa.

Media pun yang punya kesempatan untuk beramal lebih dengan mengajak manusia ingat pada Allah, kembali pada Allah, mengenal Allah...malah menjadikan "bongkar-bongkar aib", menghina orang, memojokkan orang...mem-bully...tidak menghormati orang lain...sebagai komoditi alias barang dagangan.

Seperti berita-berita yang mengajak bukan lagi pada ghibah tapi sudah pada status siaga satu...berani memfitnah, menyebar fitnah.
(Membangunkan fitnah jelas-jelas mengundang petaka/ bala-bencana.)
Dengan judul yang dibuat sengaja memancing...mem-provokasi malah, seperti HEBOH, GEGER, FAKTA dan lain sebagainya.
Lalu semudah meludah…cuhh…maka banyak orang terlibat!
Dan seperti buang angin…dhuut…sedetik kemudian dilupakan begitu saja!
Dianggap biasa!
Dan tak sedikitpun sadar bahwa itu semua telah menjadi Dosa Jariah...Dosa yang langgeng...sebanyak siapa yang terlibat/mengikutinya! Walaupun pembuat beritanya telah lama mati!

Disaat yang sama mereka mampu mengajak dan menasehati orang banyak untuk lebih dekat, lebih memilih Allah.

Biarlah...
Biarkan saja...

Kita mulai dari diri kita, ajak keluarga kita...selamatkan orang-orang yang kita sayangi. Agar kebahagiaan kita bersama mereka langgeng sampai ke alam akhir, tidak hanya di dunia ini saja. Tidak terjebak di dunia ini saja.
Semoga sampai ke SurgaNYA...Aamiin

Dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu,
Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda:
"Janganlah kamu berdengki-dengkian, 
dan jangan kamu tipu-menipu, 
dan jangan benci-membenci, 
dan jangan musuh memusuhi, 
dan jangan kamu berjual beli atas jual beli setengah yang lain, 
dan jadilah kamu sekalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. 
Seorang Muslim adalah bersaudara sesama Muslim, 
tidak boleh menganiayanya, 
tidak boleh membiarkannya tertindas,
 tidak boleh mendustainya 
dan tidak boleh menghinanya.
Taqwa itu berpuncak dari sini_sambil Nabi Shalallahu'alaihiwasallam menunjukkan ke dadanya tiga kali. 
Sudah memadailah kejahatan seorang itu jika ia menghina saudaranya yang Islam. Seorang Muslim terhadap seorang Muslim yang lain adalah diharamkan 
darahnya, 
harta bendanya 
dan kehormatannya."

Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda: 
Berbahagialah orang-orang yang ikhlas. Mereka adalah pelita di dalam gelap, dan karena mereka padamlah fitnah-fitnah yang besar.
(Hadits Riwayat Baihaqi)

Semoga pelita di dalam gelap itu adalah juga saudaraku sekalian. Aamiin

---------------------------------------------------------------
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

Wednesday, December 9, 2015

Cintaku itu...

Apakah Cinta tengah menghilang?
Atau Cinta tengah diam mengalah?
Atau tengah melakukan sesuatu?

...dalam suatu upaya tertentu?
...sedang merencanakan sesuatu?
...untuk sesuatu?

Sekian Waktu?
Sekian Mahar?
Sekian Jarak?
Sekian Upaya?
Sekian Bilangan?
Sekian Suasana?

Ah tidak! Bila Cinta seperti itu maka aku akan bersiap untuk kecewa seperti hari yang telah lalu.

Sekian butir pasir di pantai cinta tengah terpesona dengan bayangan cinta yang mereka dapati...
setiap satu-persatunya...
setiap butirnya...
dengan bayangannya masing-masing.

CahayaMu sudah cukup menjadikan diriku memiliki bayanganMu, kemanapun aku bergerak!

Tak perlu ku pinta bayangan itu menjadi wujud seperti diriku, atau mempersoalkan mengapa tak bosan ia mengikutiku.

Tak juga CahayaMu
Tak juga DiriMu
Tak juga diriku
Tidak!
Tidak!!
Tidak!!!

Cukup CintaMu...
Ya!
Hanya CintaMu.


Tuesday, November 17, 2015

TEROR ADALAH MUSUH BAGI KEMANUSIAAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia... TEROR adalah Usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Sedangkan MENEROR adalah Berbuat kejam (sewenang-wenang dan sebagainya) untuk menimbulkan rasa ngeri atau takut. Dan Pelaku Teror disebut TERORIS...

Berarti…misalnya...kalau ada orang tinggi tiga meter, berbadan kekar, perut nya 12 pack (wew), tampilannya sangar, suara nya seperti harimau, bicaranya kasar, lirikan matanya mengeluarkan sinar laser merah, bawa kampak sebesar daun pintu mol ditangannya dan bawa peluru kendali berhulu ledak nuklir di punggungnya...lagi cari makan...kebetulan makanan nya semen, besi dan aspal. Kalau dia nongol semua orang takut, dan buru-buru nyiapin makanannya, kalo ga bisa berabe!...TERORIS DONG?

Atau contoh yang ga alay:

  • Yang nagih orang kecil sambil nakutin? Rame-rame dan ngancem-ngancem!?
  • Yang ngemis bergaya nakutin? Entah pake gaya Kuntilanak atau Zombi misalnya!?
  • Yang nelponin pasangannya bertubi-tubi, yang nakutin + bikin takut?

Disebut Melakukan Teror juga kah? 
Disebut Teroris juga kah?

"Ga sekali lho gw denger, "Aduh gw di teror mantan bini gw nih...(atau) mantan laki gw nih!""

Lalu dari mana juntrungannya TERORIS itu sama dengan Islam?

Terus...waktu WTC di ancurin, karena sudah tua gedungnya, dengan teknik peruntuhan gedung yg sama dimananapun juga (artinya ga mungkin gara-gara ditabrak pesawat bisa rapi begitu rontoknya! Emang dari tepung terigu apa tuh gedung? Dari beton kan?) lalu disetting "Under Attack" oleh Islam? Lalu singkat cerita nyerang Irak dan Afganistan. Ngacak-ngacak negara orang. Yang terus dari ancuran negara itu lahir ISIS dsb nya. Sementara Minyak nya ga diberitain "Siape nyang minum?"...Upaya yang tersusun rapi itu disebut apa?

Atau Palestina sejak 1948 dari seluas itu sampe tinggal "se-ucrit" Gaza dan Tepi Barat, yang itu pun masih di pagerin, di bombardir, di susahin hidup nya. Itu disebut apa?

Bagaimana pula Burma, Uighur-Xinjiang-China, Central Africa? Atau Pembantaian serupa yang masih juga terjadi di Negri tercinta ini?

Nyata-nyata Islam yang diteror! Kenapa jadi Islam yang sama dengan Teroris!?

Seperti jawaban ulama muda asal Jerman, yang telah meng-Islam-kan ribuan warga Jerman, Abu Hamzah, terhadap tuduhan bahwa Islam adalah agama teroris...
(Abu Hamzah yang sebelum Islamnya (2001) bernama Pierre Vogel, kelahiran: 20 Juli 1978, mantan seorang petinju profesional di Jerman yang sangat membenci Islam).

Ketika sedang bercerita tentang ke-Islam-an-nya dihadapan warga Jerman. Tiba-tiba seseorang berteriak kepadanya:
“Islam? Apakah ajaran teroris masih laku?”
Abu Hamzah pun tersenyum, lalu ia memanggil orang itu untuk naik keatas mimbar.
Dihadapan orang Jerman, dia menjawab:
“Perang dunia pertama 17 juta orang tewas, apakah disebabkan orang Islam?”
“Perang dunia kedua 55 juta orang tewas, apakah disebabkan orang Islam?”
"Nagasaki di bom atom yg menewaskan 200.000 orang, apakah orang Islam juga yang melakukan?”
“Perang Vietnam yang menewaskan lebih dari 5 Juta jiwa, apakah muslim juga yang melakukannya?”
“Pembantaian etnis Bosnia yang menewaskan 500.000 orang, apakah muslim pelakunya?”
“Perang Iraq telah menelan korban 1,2 Juta jiwa, apakah disebabkan orang Islam?”
"Apakah anda masih berfikir bahwa Islam adalah masalah, apakah Islam teroris? Siapa yg mau jawab?" Tantang Abu Hamzah.

“Seharusnya kalian berfikir, kenapa Islam difitnah? Itu karena ada sesuatu yang tersimpan didalamnya. Kalian bisa menciptakan produk terbaik untuk dunia ini, apakah kalian tidak bisa memaksimalkan akal kalian untuk mencari kebenaran tersebut?”
Lalu ia membacakan Surah Al-Baqarah(2), ayat: 11 dari Al-Qur'aanulKariim:
“Dan bila dikatakan kepada mereka, janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang orang yg mengadakan perbaikan”.

Dan setelah kejadian itu ratusan hadirin langsung ber-Syahadat! 
DanTakbir..."ALLAHU AKBAR"...pun bergema!

Hingga dalam ceramah-ceramahnya, Abu Hamzah pun sering membungkam mereka yang menuduh Islam adalah agama Teroris...dengan pertanyaan sederhana...
  • Siapakah yang menyulut perang dunia pertama?
  • Siapakah yang menyulut perang dunia kedua?
  • Siapakan yang selalu menjajah sebuah negara damai, aman, tenteram hanya untuk kepentingan ekspansi?
  • Siapa yang selalu menyiarkan sebuah ajaran agama dengan cara menjajahnya terlebih dahulu?
  • Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan jutaan rakyat sipil?
  • Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia?
  • Siapakah yang membantai lebih dari 100 juta suku Indian Merah di Benua Utara Amerika?
  • Siapakah yang membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian Merah di benua Selatan Amerika?
  • Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak (apartheid), yang diantara 77% dari mereka mati di perjalanan dan dikubur (ditenggelamkan) di lautan Atlantik?
  • Siapa yang selalu tertarik untuk menguasai serta “merampas” minyak suatu negara baik dengan cara mengadu domba negara tersebut, mendanai oposisinya, menyebar fitnah bom, membuat negara tersebut tak kunjung ada kedamaian?
  • Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah sengsara dengan system busuk dan kejinya?
  • Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat, pembantaian warga Palestina dari tahun 1948 hingga sekarang?
  • Siapa pelaku dan pendukung krisis dibeberapa negara dengan cara membuat nilai dollar (dengan cara licik) menjadi tinggi hingga negara tersebut tidak sanggup membayar utang dollar dan harus menjual berbagai asetnya?
  • Siapa pelaku yang selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik dengan menghina tokoh agamanya atau membakar kitabnya?
Mereka sama sekali bukan negara Islam maupun orang Islam? Bukalah mata Anda, siapa sesungguhnya yang jahat!

Jelas sekali ada kebencian terhadap Islam! 
Ada apa?

Ya Islam ngajarin Perang, tapi bukan perang barbar! Yang ngebom penduduk sipil! Dari jauh pula! Dengan Bom Atom lah, bom Napalm lah, bom Fosfor lah, bom isu lah! 
Perang yang diajarkan Islam berhadap-hadapan...Pasukan Perang Vs Pasukan Perang...fair! Yang saat ini berhadap-hadapan itu hanya tersisa di Pertandingan Sepak Bola saja! 
Dan kalau Perang dianggap tidak benar... nyatanya saat ini hampir semua Negara di dunia punya Angkatan Perang? Malahan mesin pembunuh masal terus diciptakan dan di kembangkan! Di jual belikan pula! Yang lalu "kolektor" terbanyaknya di anggap hebat dan merasa bangga! 
Sadis! 
Ganas!

Dan memang manusia itu ganas!
"Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, Gereja-Gereja, Rumah-Rumah ibadat orang Yahudi dan Masjid- Masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah."
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Al-Hajj(22) ayat 40)

Lalu kenapa Alhamdulillah?

Ya Alhamdulillah! 
AlhamdulillahiRobbil'alamiin!
Segala Puji Bagi Allah Rabb Semesta Alam!
Bagaimanapun keadaan kita hambaNYA...seluruh hambaNYA! Taat-kah kita, ingkar-kah kita, dalam keadaan baik-kah kita, dalam keadaan tidak baik-kah kita, saat ber-amal kah kita, saat berdosa kah kita, saat damai kah kita, saat perang kah kita, saat hidup kah kita, saat mati kah kita...ALLAH TETAP TERPUJI! Dan tak pernah berkurang Ke-terpujian-Nya...

Alhamdulillah!
Sesuatu yang menggembirakan adalah...dunia menjadi tau bahwa alasan memusuhi Islam hanyalah KEBENCIAN semata. 

Lihatlah...malah semakin banyak yang masuk Islam! Dengan keberanian pula! Tanpa takut dituduh Teroris! Tidak Palsu! 
Perhatikanlah! Mereka walau minoritas di negaranya...dan negaranya pun "dalam keadaan" tak senang dengan Islam...tetap berani menunjukkan dirinya Islam...baik dengan ibadahnya, tingkah-lakunya, perkataannya  maupun pakaiannya! 
Dan lihatlah! Semakin banyak yang membela Islam...bahwa Islam bukan Teroris! Terang-terangan mereka membela. Baik dengan membuat pernyataan tegas di status-nya atau dengan membuat karya semisal  video pendek...ISLAM BUKAN TERORIS! ISLAM-LAH YANG SELALU DI TEROR DAN SELALU TETAP BERSABAR! Disaat Sang Benci itu sangat ingin sekali menyama-ratakan Islam dengan Teroris!

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat Kami, jika kamu memahaminya.”
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Aali-'Imraan(3) ayat 118)

Dan mereka, entah siapa itu, yang berada di balik perusakan nama Islam itu, yang sangat membenci Islam itu...mulai termakan jurusnya/caranya sendiri! Mulai mati langkah! Maka tak lama lagi mereka akan saling berkelahi! Sesama mereka sendiri! Ya...mereka akan hancur dari dalam, dari dalam persekongkolan mereka sendiri. 
Janganlah mengira mereka kuat dan kompak! Mereka sebenarnya lebih penakut dan rapuh...lebih terpecah belah dan saling bermusuhan! 

"Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti."
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Al-Hasyr(59) ayat 14)

Waw tendensius sekali!
YA! Kalau tidak hati-hati baca ayat-ayat diatas! 
Kalau berpikir, menganalisa, mendengar, berpendapat BERDASARKAN KEBENCIAN! BERDASARKAN PENGETAHUAN DIRI SENDIRI YANG TERBATAS...SO' TAU! BERDASARKAN NAFSU KITA SAJA TANPA ketundukan...tanpa kesadaran akan betapa Hina-nya, Tidak-Berdaya-nya, betapa Lemah-nya, betapa Tiada arti-nya, diri kita dihadapan DIRINYA! Dihadapan Allah Yang Maha Agung...bisa-bisa kita ber-enteng lidah, se-enak-perut maen kafir-kafirin...nyakitin manusia lain-nya. 
Nasrani-lah di benci!
Yahudi-lah di jadiin alasan!
Bahkan seagamanya sendiri...sesama muslim...dikafirin!!!!

Kenapa mudah sekali membenci? 
Apalagi jaman internet begini! Betapa mudahnya seseorang membenci! Bicara jahat nan kotor hanya lantaran katanya saja! Kata foto? Kata film? Kata berita? Langsung...tanpa diperiksa lagi! Menambah dosa bagi dirinya sendiri.
Apakah sudah serapuh itu manusia saat ini? Senang berdosa! Gemar menambah dosa! 

Kenapa sampe begitu banget bencinya?
Sampe tegang begitu muka lo?
Sampe ga bisa liat lagi mana bener mana salah? Mana bener mana setingan?
Sampe maksa begitu...maksa lo harus bener, maksa yang lo tuduh harus salah!
DARI MANA LO TAU ORANG YANG LO BENCI PASTI BEGITU?
Emang Allah bisikin elo! Kasih tau elo!

Kalau orang yang kita benci itu...Allah kasih/beri hidayah dia bagaimana? 
Atau akhir hayatnya, matinya dia Islam...sementara kita?
Sudah yakin kah kita bakal mati..berakhir hayat baik?
Siapa yang berani bilang begitu maka sombonglah dia!
Kita bukan Nabi dan Rasul yang maksum...suci tidak berdosa!
Kita bukan Para Sahabat yang Allah telah Ridha pada mereka!
Bukan pula Kekasih-kekasih Allah, Wali-Wali-Nya yang disucikan ruhnya oleh Allah!

Tidak...

Musuh kita hanya Iblis dan Teman-temannya....yaitu setiap diri (bisa jadi diri kita sendiri) yang senang, yang nerima ("ga ngelawan") ditunggangi Iblis! Menjadikan/Merelakan diri kita menjadi tunggangannya laknatullah.Dan buat Para Pembenci itu:
"Silahkan kalian membenci Islam sekuat-kuatnya. Tapi ingat lah, kalian, aku, siapapun juga...tak akan bisa kuat menolak! Tak akan bisa lari bila Allah ingin kalian menjadi Islam! Sekeras baja pun kalian...pasti meleleh!"

Tengoklah...peristiwa Bom Paris kemarin!

Owh....itu bukan cara Islam!
Islam itu fair...gagah! 
Berhadap-hadapan...pasukan perang dengan pasukan perang! 
Ada pemberitahuan! Bukan main Bom begitu saja...dari jauh pula! Niat bunuh diri pula! Campuh pula hingga tak perduli lagi ada balita disana, ada wanita disana, ada kakek-kakek disana, ada nenek-nenek disana, ada hewan disana, ada tumbuhan disana! Hajar semua! Ga! Itu bukan cara Islam!
Dan ga pake fitnah atau rekayasa media! 
Tetap Jujur! Tetap Gagah! Tetap Berwibawa!
Kalau gaya-gaya teroris itu....Astaghfirullah!!! 
Yaaah...namakan sendirilah!
Bukan lagi mengganggu kesenangan orang...tapi nyakitin...matiin...membunuh!!!
Lalu berani pula mengatas namakan tindakannya itu karena membela Nabi! Karena Nabi dihina! 
Lho!!! Kenapa bukan yang menghinanya yang dibunuh!!! Di cari kek sampe dapet! 
Kenapa jadi ngorbanin orang lain begitu???!!!
Lalu Prancis pun balas menyerang! Sama...anak-anak, penduduk juga yang dihajar! Cocok...sama gila nya!!!
Iblis pun tertawa girang.

Astaghfirullahal'adziim...

Semoga Allah mengampuni kita semua. Aamiin.

Kalau masih ada dikepala kita pikiran...yang keluar dari busuknya hati...yang merasa telah aman dan telah selamat! Merasa masuk surga! Seolah-olah kehendak dirinya bisa merubah kehendak Allah! Seolah-olah Kehendak Allah mengikuti atau diikuti oleh kehendak dirinya! Aman-nya adalah dengan dirinya! Bukan dengan Allah! Memohon keselamatan dari dirinya sendiri, dengan cara/ala dirinya (Seolah-olah dirinya lebih tinggi, lebih berkehendak, lebih berkuasa dari Allah!) Tidak memohon perlindungan pada Allah dari Allah! Yang lalu dengan keadaannya yang seperti itu dia membenci Nasrani, Yahudi dan agama apapun yang ada di muka bumi ini...
Maka....
Selamat!
Anda telah bermain menjadi Tuhan!
Sebagai Tuhan!

Jangan! Sungguh kita tak akan bisa!

Sayangilah manusia...maka Allah Yang Maha Penyayang akan Menyayangimu!
Sayangilah manusia karena Allah semata!

Cintailah manusia...maka Allah Yang Maha Mencintai akan mencintaimu!
Cintailah manusia karena Allah semata!

Bila Allah Menyayangimu...maka DIA menyayangimu karena KehendakNYA...bukan karena kehendakmu, apalagi karena upayamu! Karena DIA tidak dipengaruhi sesuatu!

Bila Allah Mencintaimu...maka DIA mencintaimu karena KehendakNYA...bukan karena kehendakmu, apalagi karena upayamu! Karena DIA tidak dipengaruhi sesuatu!

Dan manusia bisa mencintai Allah, karena Allah mencintainya...

Ya...selamat bingung! 
Ya...Kita harus sampai pada bingung itu!
Agar kita tau betapa tidak taunya kita. Agar kita tau betapa tolol-nya kita!
Agar sadar Sungguh Hanya Allah Yang Tau dan Maha Suci Allah dari bingung!

Tengoklah Petir! Rasa antara Takut Tersambar dan Berharap Selamat itu...
begitulah rasa hati dihadapanNYA...
antara Takut dan Harap! 

Rasakan itu! 

Rasakan!
Jangan dipikirkan!

Rasakan!
Hati ini tak perlu bahasa, tak perlu huruf/tanda/lambang/warna dan suara!
Rasakanlah!

"Sesungguhnya Allah Maha Belas-Kasih lagi Maha Penyayang kepada manusia."

(Al-Qur'aanulKariim, Surah Al-Baqoroh(2) ayat 143)
"Lha!!! Itu disebut...Beliau sayang nya sama Mukmin doang!!! Kan disebut juga Beliau keras sama orang kafir! Kan kita harus ikutin Mereka."

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Al-Fath(48) ayat 29)

"Nah...itulah elu! Ngotot banget sama rasa benci elu! 
Itukan ayat pujian buat Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam dan Para Sahabat-Nya! 
Nah elu siapa...ke-PD-an begitu? Seolah-olah elu setara dengan mereka! 
PD pula ngaku-ngaku ngikutin mereka! Sedangkan hati lu penuh kebencian!!! 
Lu sih enak berani pora-pora sama Allah?
Bohong ga jadi masalah buat lu! 
Elu kata Allah ga tau apa yang di dalam hati lu! 
Kalau elu sedikit aja mau pake perasaan! Kalau saja kita sadar tak ada yang rahasia bagi Allah. Kalau saja sadar betapa banyak dosa yang telah kita buat! Sadar selalu bikin malu agama ini! Sadar selalu bikin malu Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam! Sadar cuma nurutin/ngikutin Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam se-enak perut kita aja!...
Elu...gue...kita semua ga akan berani, ga akan sampai hati ngomong begitu! Asal menghina begitu!

Siapa kita yang mau sama dengan Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam?!!!
Siapa kita yang mau sama dengan Sahabat-sahabatNya Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam?!!!
Pantes ga??!!!

Bahkan kita tak ada sekotoran bayangan debu dari sandalnya Para Sahabat Yang Mulia...Yang Suci itu!!!
Ya! Bayangkanlah debu yang melekat dibawah Sendal Mulia itu! Lalu ada bayangan dari debu itu! Lalu bayangan itu mengeluarkan kotoran! Maka itu pun lebih mulia daripada diri kita!

Cukup sudah jadi tanda rusaknya Iman kita, bila ingin sama dengan mereka!
Tak akan mampu seseorang untuk mulia seperti mereka!
Segunung harta yang kita infaq-kan hanyalah separuh mangkuk dari harta yang mereka infaq-kan!

Bacalah, simaklah...bukankah telah bertebaran kisah bagaimana SayangNya Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam pada orang buta yang Yahudi yang selalu menghinaNya itu! Bagaimana SayangNya pada orang kafir yang selalu mengirim kotoran ke rumahNya! Bagaimana SayangNya pada orang kafir yang menagih hutang padaNya dengan kurang ajar itu! Dan banyak lagi! 
Lalu kita dengan pongah-nya mengartikan keras dengan "menyakiti"?!

Bila ada orang Nasrani membenci Islam, maka itu tidaklah berarti semua orang Nasrani membenci Islam! Begitu pula sebaliknya. Dan Islam pun tidak menyuruh membenci Nasrani! Tengoklah Piagam/Surat Jaminan dari Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam ini, yang harus dipatuhi sampai KIAMAT!
Begitulah SayangNya Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam kepada manusia.

Dan cobalah kita renungkan...
Cobalah kita rasakan...
Tidakkah kita menangis mendengar doa Agung-Nya Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam...yang tidak pernah diucapkan oleh satu makhluk pun sebelumnya..."Ummati, Ummati!"

Maka...
Tak usah lah berteriak...siaran...mencari pemirsa...bahwa kau sedang tenggelam dalam sesuatu! Cinta-kah itu! Taat-kah itu!
TIDAK USAH!!!
Karena tak akan mungkin dan tak akan bisa berteriak seseorang yang sedang tenggelam!
Dan Allah bukan-lah "sesuatu"...apapun segala "sesuatu" itu! 
Ya! Apapun segala "sesuatu" itu baik dari semua yang kita telah tau, dari semua yang kita akan tau dan dari semua "sesuatu" yang dapat kita bayangkan!

Rasakan sajalah!

Hidup-lah!
Maka kau akan Malu!
Bila sudah tidak punya malu...maka itu berarti tidak hiduplah kita! Mati! Serupa Bangkai saja! Bangkai berjalan! Zombi!

Ya... Tak usah lah berteriak...siaran...mencari pemirsa...bahwa kau sedang tenggelam dalam sesuatu! Cinta-kah itu! Taat-kah itu!
TIDAK USAH!!!
Karena tak akan mungkin dan tak akan bisa berteriak seseorang yang sedang tenggelam!
Dan Allah bukan-lah "sesuatu"...apapun segala "sesuatu" itu! 
Ya! Apapun segala "sesuatu" itu baik dari semua yang kita telah tau, dari semua yang kita akan tau dan dari semua "sesuatu" yang dapat kita bayangkan!

Rasakan sajalah!

Hidup-lah!
Maka kau akan Malu!
InsyaAllah...si pongah ini, si pandir ini, hati yang rapuh dan busuk ini akan dibuat takjub, tunduk, cinta dan rindu....

Jika kita dibuat benar-benar mencintai Allah, kita akan diberi karunia olehNYA untuk mengikuti kekasihNYA...Kekasih ALLAH...Rasulullah Muhammad Shalallallahu'alaihiwasallam. Saat kita mengikuti KekasihNYA itu, tanpa ada diri kita sedikitpun...walau sekejap mata...maka itulah tanda Allah mencintai kita dan mengampuni dosa-dosa kita. InsyaAllah...Aamiin...
Karena sungguh Allah Maha Pengampun dari segala pengampun...
lagi Maha Penyayang dari segala Penyayang.

Seperti yang Allah katakan pada KekasihNYA:
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(Al-Qur'aanulKariim, Surah Aali-'Imraan(3) ayat 31)


Sekuat apapun upaya seorang hamba tak akan bisa menembus takdirNYA! Maka siapakah orangnya yang mampu menolak CintaNYA bila DIA telah Cinta?!

Semoga Allah melindungi kita semua, mengampuni kita dan menyelamatkan kita semua ummatNya Baginda Rasulullah ﷺ ...Aamiin.

--------------------------------------
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

Tuesday, November 10, 2015

10 NOVEMBER "HARI PAHLAWAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA"

Agak berat juga saat ini untuk menyebutkan kata "PAHLAWAN", seperti sudah tinggal menjadi nama jalan saja atau hanya menjadi tokoh di film-film "Action"...yang dibuat seru, canggih, bercita-rasa tinggi...tetapi tetap saja "goal" nya, nilai-nya, box office...keuntungan...UANG!

Sungguh aku seperti tak tau lagi...seolah-olah bingung...nge-blank...masih adakah Pahlawan? Atau sudah tidak ada lagi?

Pahlawan, Phalawan, Phala (buah) - Wan (orang) berarti orang yang dengan keutamaan yang ada pada dirinya, keberaniannya dan pengorbanannya berbuah/menghasilkan kebaikan/manfaat/manisnya hidup bagi orang lain (orang satu, orang sedikit, orang banyak). Yang berjuang pantang menyerah (rela mati) demi apa yang ingin dihasilkannya/dicapainya/diraihnya (cita-citanya dan harapannya), demi kepentingan dan kebahagiaan orang lain, demi nilai-nilai kebenaran yang digenggamnya, demi martabat kemanusiaan...nilai-nilai kemuliaan yang tertanam dalam di hatinya.Hasil perjuangannya pun dirasakan oleh orang banyak, menjadi teladan dan contoh baik bagi orang banyak. Malah tak sedikit yang menjadi buah tutur generasi-generasi setelahnya.

Ter-ngiang...
"Betapa hatiku takkan pilu telah gugur Pahlawanku.
Betapa hatiku tak akan sedih hamba ditinggal sendiri.
Siapakah kini plipurlara nan setia dan perwira?
Siapakah kini Pahlawan Hati Pembela Bangsa SEJATI?"

Yah...Semoga gugur Satu tumbuh Sribu! (Pahlawannya! Bukan gelarnya, tanda jasanya atau patungnya saja!) Aamiin!

Pesimis bang? 

Owh...Tidaak!

Tetap Semangat nih?

Ya...Tetap! Tetap Semangat!
Gimana ga semangat! Wong Pahlawan itu sifat baik yang mulia lho mas! 

Tak usahlah bicara Kemuliaan yang begitu terang, dan menyilaukan bagi segala Kelemahan! Yang Mulia nya saja dapat membuat Duplikatnya/Copy-an nya/Palsu nya/KW nya menjadi berharga! 

Kita bicara tentang "Baik" nya sajalah! Yang sekarang ini pelan-pelan dibelokkan artinya.

Seseorang bisa pura-pura kaya, dengan berdandan atau bergaya orang kaya.
Seseorang bisa pura-pura ramah dengan bertutur kata baik nan jaim nan bau.
Seseorang bisa pura-pura perhatian dengan memberikan bantuan ini itu dengan uang curian atau dengan maksud terselubung.
Tapi BAIK? Ga bisa pura-pura pak! 

"Pasti ketauan aja tong kalo eloh pora-pora bae mah! Dan eloh ga bakal kuat ngelakonin kebaekan! Ga kuatnya lebih daripada Ga-Bakal-Kuat nya eloh ngelakonin keburukan!"
(Super Pitung)

Seseorang yang kerap bicara tentang disiplin misalnya. Yang menganggap disiplin adalah kebaikan dirinya. Sambil sering menghina orang yang tidak disiplin dan sering menyamaratakan ketidak-disiplinan semua orang misalnya! Apalagi sampai bilang begini: "Emang orang kita tuh bla-bla-bla" misalnya. Maka dia bukanlah orang disiplin! Dia hanyalah seorang penghina yang sedang bicara tentang disiplin! Kelak dia sendirilah yang akan menjatuhkan..."jadi lawan"...omongan nya sendiri! Dia akan berhadapan dengan kata-katanya sendiri!

Seorang yang biasa tampil rapi dan bersih misalnya. Sambil sering menatap sinis pada orang yang "kotor". Atau sering mengekspresikan rasa jijiknya...bekas orang kotor langsung dibersihin! Ga sudi berbagi roti atau gelas minuman miliknya pada yang benar-benar butuh hanya lantaran rasa "jijik"! Nutup-idung dengan tangannya didepan wajah orang yang sedang bicara padanya, karena orang itu bau misalnya.....juga bukanlah orang baik! 

Seorang yang sering bicara kasih sayang misalnya, malah sering memberi hadiah...tapi ternyata ada target dan tujuan tersembunyi dalam hatinya! Tetap bukanlah perbuatan baik!

Atau kepalsuan lainnya! Kepura-pura-an lainnya! Tetap saja bukanlah "baik". Malah bisa jadi jahat! Bila perbuatan baiknya disertai maksud terselubung...ada jebakan batman-nya...untuk kepentingan dirinya sendiri....yang sudah direncanakan...itulah jahat!

PUN bila kepentingannya dirinya sendiri itu untuk membela nilai-nilai kebaikan yang dianut-nya! Untuk membela atau Atas-Nama atau Target Operasi! Tetap saja TIDAK BAIK!

Namanya Kabaikan tetaplah kebaikan. Keburukan tetaplah keburukan. Tak akan ada satu makhluk pun yang sanggup merubah ketetapan itu. Kebaikan pun tidak akan bisa bercampur dengan keburukan. Bila ia bercampur maka campuran itu akan serta-merta bereaksi...berproses...memaksa dirinya untuk mengurai/memisahkan mana Kebaikan mana Keburukan, karena Kebaikan tak akan bisa bercampur dengan Keburukan. Kebaikan hanya bisa bersama dengan Kebaikan. Kebaikan akan menjadi magnet bagi kebaikan lainnya, dia akan mengundang kebaikan lainnya.

Walaupun ada yang terjebak dalam kebaikan ilusi, kebaikan bayangan, kebaikan yang dilahirkan dari pikiran sendiri atau perasaan sendiri. Atau dilahirkan dari pendapat seorang ahli ini-itu, yang lalu disepakati, di ikuti dan dibela. Lalu dia temui apa yang selama ini dianggap sebagai "baik" ternyata bukanlah kebaikan! Mengira sudah baik ternyata dalam keburukan! Dan lain-lain kombinasi/variasi "sesuatu" (thing)! Maka hal itu...suasana itu...akan menjadi jalan, menjadi sarana bagi dirinya untuk belajar dan mengerti tentang kesejatian...Kemurnian. Sekaligus membuatnya sadar bahwa Kebaikan adalah sesuatu yang harus terus dibuat, yang tidak ada ujungnya, yang tidak ada sudahnya. Tinggal lah ia mau mengambil pelajaran atau tidak. 

Maka sampailah pada kesadaran bahwa kita hanya bisa belajar untuk baik, melatih diri untuk menjadi baik, bersungguh-sungguh berbuat baik, berlomba-lomba dalam kebaikan TANPA pernah merasa telah berbuat baik atau telah menjadi orang baik atau paham tentang kebaikan.

Ia tidak terjebak pada Kesombongan (aku saja)
Ia tidak terjebak pada Kebodohan (tak tau)
Ia tidak terjebak pada Keingkaran (tak mau tau)
Ia tidak terjebak pada Kepalsuan (tau tapi tak tau, tak tau tapi tau)
Silahkan baca TAU MAU

Ia menjadi murni. Kebaikannya bukanlah campuran sesuatu. 

Lalu kemurnian itu dengan rela, dengan senang hati akan membawanya pada Ketundukan. Tunduk pada Pencipta segala ketentuan ini. Dzat yang Maha Tunggal, Yang tidak serupa dengan segala sesuatu, yang bukan sesuatu, yang tidak berada dibalik sesuatu atau setelah sesuatu. Yang tidak bersama dengan sesuatu dan tidak berlawanan dengan sesuatu. DIA lah Allah Hu Ahad, Allah Hu Somad! Yang Satu, tempat bergantungnya segala sesuatu. Sebab dari segala Sebab. Pencipta dan Pemelihara Alam Semesta.

Kebaikan sejati itu hanya dari sisiNYA
Tidak dan Bukan dari sisi selainNYA

Kebaikan sejati itu hanya dari sisi Allah Subhanahuwata'ala
Tidak dan Bukan dari sisi selain Allah Subhanahuwata'ala

Kebaikan sejati itu hanya dari sisi Allah Yang Maha Suci dari keserupaan dan kesetaraan dengan segala sesuatu, baik yang tampak atau yang dibayangkan
Tidak dan Bukan dari sisi selain Allah Yang Maha Suci dari keserupaan dan kesetaraan dengan segala sesuatu, baik yang tampak atau yang dibayangkan

Orang baik akan menemukan itu. Orang baik akan sampai pada kesadaran itu. Dan dia sadar bahwa sesungguhnya....sebenarnya.... sejatinya...dia hanya "dipertemukan'. Yang pada awalnya dia merasa sedang "berupaya", tengah berupaya...punya upaya. Lalu disampaikan ia pada kesadaran bahwa aku hanya "di-undang"...di hadiahi...di beri hidayah...diberi karunia.
Dia tunduk bahwa tiada daya untuk menolak keburukan kecuali dengan Perlindungan Allah, dan tiada upaya untuk melakukan kebaikan kecuali dengan Pertolongan Allah.
Dia Takjub...Allah Hu Akbar!

Ia tidak terjebak pada Kesombongan (aku saja)...
Tidak ada lagi...Kenapa begini! Kenapa Begitu! Kenapa Harus Begini! Kenapa Harus Begitu! Kok! Tapi! Seandainya! Kalausaja!...dalam segenap ketundukannya, dalam setiap ketaatannya. Apa yang diperintahkan Allah maka itulah yang terbaik! Tak ada yang bisa lebih baik dari itu! 
Tengoklah bagaimana musuh-musuh Allah saat ini membicarakan...membahas...ngomong se-enak perutnya soal Poligami! Menghina Baginda Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihiwasallam! Menghina Sahabat-Sahabatnya Baginda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam! Menghina dan menyesatkan orang-orang yang mencintai Allah Subhanahuwata'ala dan mencintai Baginda Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihiwasallam. Yang seolah-olah mereka lebih berkehendak daripada Allah! Lihatlah...dan saksikanlah...kelak mereka sendiri yang akan berhadapan dengan perkataannya itu.

Adalah dilarang oleh Allah untuk berprasangka pada orang lain! Karena hanya dengan tidak berprasangka pada orang lain maka ia akan bersih saat berprasangka pada Allah! Dia akan selalu berprasangka baik pada Allah! Dia akan bertemu dengan Allah mengikuti prasangka hambaNYA, dan ini adalah salah satu keutamaan yang diberikan pada ummat Baginda Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihiwasallam, 
salah satu keutamaan yang diberikan kepada yang memuliakan dan mencintai Baginda Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihiwasallam. Yang tidak mau/sudi memuliakan Baginda Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihiwasallam...ya maaf...tidak bisa dan tak akan mampu "pakai" itu.

Bila lisan ini terbiasa mengeluh, terbiasa menolak, terbiasa melawan, terbiasa menghina orang lain...menganggap rendah orang lain hanya berdasarkan kepala otaknya, akal-nya, ilmunya yang seujung jarum itu, atau berdasarkan hartanya, perutnya yang selalu merepotkannya/menyibukkannya itu...maka ia akan dijatuhkan dalam kondisi seperti orang yang dia hina itu...yang dia prasangkai itu...untuk dia bisa mengerti, bisa kembali dan bisa tunduk pada Allah! 
Dia baru mengerti, baru paham setelah dia mengalami kondisi serupa! 
Dia akan dipaksa untuk bertekuk-lutut! Menyerah...
Bahwa kau bukan Tuhan!
Bahwa kau yang dilarang dan kamu yang akan diminta pertanggung-jawaban! Bukan Tuhan!
Bahwa kau bisa bilang ga enak tapi kalau Tuhan maunya begitu kamu bisa apa?!

Agar si sombong sadar bahwa hanya Allah Yang pantas sombong!
Hanya DIA Yang Berbuat SekehendakNYA saja!
Yang Perbuatannya tak butuh tindakan! Tak butuh Alasan! Tak butuh Pencapaian! Tak butuh Pembantu dan Penolong! Tak butuh bahan, modal atau sebab! Tak butuh arah, ukuran dan urutan! Tak butuh waktu! 
Perbuatannya tak ada yang sia-sia! Tak ada yang dzalim karena DIA tidak Dzalim...DIA mengharamkan kedzaliman atas DIRINYA Sendiri...RahmatNYA selalu mendahului MurkaNYA! 

Subhanallah...Sungguh tak akan sanggup kita mensyukuri itu semua! DIA membalas semuanya walau pun itu sekecil atom...yang tak ada sesuatu apapun yang dapat luput dari PandanganNYA...walau itu semut hitam di batu hitam dalam pekatnya malam, walau itu tersembunyi di dasar hati dan belum keluar sebagai perasaan dan kejadian! 
Tak akan sanggup kita puji DIA sebagaimana DIA memuji DiriNYA Sendiri! 

Kita hanya sanggup memujiNYA, bersyukur padaNYA, sujud padaNYA semampu yang kita mampu...dan itu tiada artinya bagi KeagunganNYA. Tak akan menambah KeagunganNYA sedikitpun! ALLAH HU AKBAR!!!

Ia tidak terjebak pada Kebodohan (tak tau)...
Ia akan ditemukan, akan merasakan, akan mengalami...akan hidup di detik ini, bukan di kalau-nanti, bukan di hayalan, bukan di impian apalagi masa lalu...bahwa yang aku tau hanya sebatas yang aku tau saja! Bahwa Ada Yang Maha Tau! Yang PengetahuanNYA pada yang lalu, pada yang saat ini dan pada yang akan datang adalah SAMA! KEKAL! Tak perlu Server! Tak Perlu Listrik! TAK BUTUH SESUATU!
Ia jadi belajar bahwa hanya ia yang harus dan butuh belajar! Allah tidak perlu belajar!

Ia tidak terjebak pada Keingkaran (tak mau tau)...
Karena dia sadar bahwa hanya Allah yang tidak perlu belajar maka ia menjadi selalu mengambil pelajaran, selalu belajar! Sehat Akalnya! Bertemu ia dengan "berbuat"...BEKERJA...KERJAKANLAH...Tidak mempertanyakan lagi kenapa harus berbuat begini, kenapa harus berbuat begitu! Tidak mengingkari lagi apa yang telah diperintahkan untuk dikerjakan! Dia Tunduk dan Takjub...Hanya Allah Yang Tidak perlu bekerja! Dia sadar bila ia tidak mau bekerja pertanda dia menyetarakan dirinya dengan Allah...dia mem-berhala-kan dirinya sendiri!

Ia tidak terjebak pada Kepalsuan (tau tapi tak tau, tak tau tapi tau)...
Ia hidup, ia jalani detik-detik hidup nya. Yang ia hadapi adalah detik ini, bukan bayangan masa lalu, atau hayalan hari esok! Ia hidup menyaksikan Keagungan dan Keperkasaan Allah Azza Wa Jalla di tiap-tiap detik hidupnya. Di nafasnya saat ini. Bukan nafas kemarin, bukan di nafas esok hari! Bila ia melihat masa lalu...maka ia sangat Memohon Ampunan, Maaf dan RidhaNYA Allah Robbu Muhammadur Rouf. Bila ia menatap hari esok...maka itu adalah Pertemuan dengan Allah Maalikiyaumiddin...Pemilik Hari Akhir...yang ia yakini benar pertemuan itu akan ia jelang! Dan tak akan mampu ia menghindar, bersembunyi bahkan lari darinya. Bila ia menatap hari ini...maka Pertolongan dan PerlindunganNYA Allah ArhamarRohimiin sangat ia harapkan. Ia sandarkan detik-detik hidupnya pada Allah RoufurRohiim...

Hasbunallaahu waNi'mal wakiil! Ni'mal mawlaa wani'manNashiir!...
Cukuplah Allah sebagai wakil bagiku, sebaik-baik pemberi Pertolongan, dan sebaik-baik pemberi Perlindungan(Aamiin)

Ia sadar, ia temui...bila ia dapat berbuat kebaikan maka itu adalah Pertolongan dari Allah padanya, bukan upaya dirinya. Hingga ia berupaya untuk selalu ingat bersyukur atas segenap KaruniaNYA dan bersabar atas segenap ujianNYA.
Ia pun sadar, ia pun temui...bahwa dirinya tidak dapat menghindar sedikitpun dari keburukan tanpa PerlindunganNYA. Hingga ia berupaya untuk selalu memohon ampunanNYA dan memohon PerlindunganNYA. 
Walaa takilnii ilanafsii thorfata 'aiin!...
Dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata. (Aamiin)

Dengan kesadarannya itu lalu ia mengharapkan orang lain untuk menjadi baik. Dengan Allah! Bersama Allah! Bukan dirinya! Ia mengajak bukan memaksa! Melayani bukan memberi umpan! Ia sungguh-sungguh bukan main-main! Ia rela berkorban bukan berpaling! Untuk Allah bukan untuk dirinya! Dialah Pahlawan.

Tengoklah isi Pidato Bung Tomo yang luar biasa itu! Yang terus terngiang di hati seperti baru kemarin diucapkan:

BISMILLAHIROHMAANIRROHIIM

MERDEKA!

Saudara-saudara Rakyat Jelata di seluruh Indonesia
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya

Kita semuanya telah mengetahui
Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih,
tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara.
Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau
kita sekalian telah menunjukkan
bahwa Rakyat Indonesia di Surabaya,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.
Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing.
Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung.
Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol.
Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara...
dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri,
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara kita semuanya.
Kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu,
dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban Rakyat Indonesia.
Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.

Dengarkanlah ini tentara Inggris!
Ini jawaban kita!
Ini jawaban Rakyat Surabaya!
Ini jawaban Pemuda Indonesia kepada kau sekalian!

Hai tentara Inggris!
Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu!
Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu!
Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu!
Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada!
Tetapi inilah jawaban kita:

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah!
Yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih!
Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga!

Saudara-saudara Rakyat Surabaya, siaplah! Keadaan genting!
Tetapi saya peringatkan sekali lagi…
Jangan mulai menembak!
Baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu!
Kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka!

Dan untuk kita saudara-saudara…
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka!
Semboyan kita tetap:
Merdeka atau Mati!

Dan kita yakin saudara-saudara…
Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita!
Sebab ALLAH selalu berada di pihak yang benar!
Percayalah saudara-saudara!
Tuhan akan melindungi kita sekalian!

Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!

Merdeka!

Luar biasa! Dengan nama Allah ia berbuat! Bukan untuk dirinya apalagi partai! Bukan untuk show dan tepuk tangan! Tidak takut dia! Tetap bersama Allah dia! Dia bakar semangat rakyat! Dia yakinkan untuk Merdeka atau Mati! Dan dia yakinkan Allah bersama mereka! Dan...Subhanallah...Alhamdulillah...Mereka berhasil! Dan disinilah kita saat ini.

Maka dari itu saya tetap yakin. Walaupun keburukan sudah dipertontonkan sedemikian rupa saat ini! Yang seperti sudah menemukan formatnya dan menyebar dengan kecepatan dan daya rusak yang begitu tinggi, begitu mengurat-akar, menggerogoti dan meracuni hari-hari ummat manusia saat ini. Dan akan terus menguatkan dirinya sampai datangnya Dajjal! Saya tetap yakin bahwa Allah Yang Maha Membalas Tipu Daya tetap akan menunjukkan KuasaNYA untuk menggembirakan orang-orang yang menuju DiriNYA, dan membuat sakit hati musuh-musuhNYA.

Seperti pada tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya yakin bahwa masih lebih banyak orang baik dibandingkan apa yang saat ini keburukan itu pamerkan/pertontonkan...yang begitu mendominasi berita dan pembicaraan publik. Walaupun keburukan yang diumbar itu begitu jahatnya, begitu busuknya, begitu culas dan licik...begitu cepat merusak orang banyak...tapi saya tetap yakin kebaikan yang tampaknya "kalah" itu atau tampak nya "dikebiri" itu masih lebih dominan, masih lebih perkasa dibandingkan keburukan...
Keburukan yang selalu bersembunyi, menyelinap dan mendompleng dibalik peluang segala macam kelemahan itu! 
Keburukan yang bersifat dasar pecundang sejati, yang penakut dan tidak pernah berani terang-terangan dari awal, dan selalu lari saat kalah itu! 
Keburukan yang selalu arogan melihat dirinya lebih baik daripada kelemahan dan keterbatasan dirinya itu! 
Sementara Kebaikan memang menyiapkan ruang bagi anak-anak badung itu bermain-main sejenak...demi kebaikan anak-anak nakal itu sendiri. Karena Kebaikan tetaplah Kebaikan! Dan tidaklah sama Kebaikan dengan Keburukan.

--------------------------------------
With Love
-Kaan Kahfi-

Silahkan jalan-jalan ke Tulisan Kaan Kahfi lainnya. Atas kunjungannya saya haturkan banyak terimakasih.

 
ans!!